JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Menguak Padepokan Sorengpati di Mondokan Sragen yang Mendadak Jadi Perbincangan. Diam-diam Jadi Klangenan Para Pejabat, Politisi Hingga Kalangan Artis

Pakar spiritual sekaligus pendiri Padepokan Sorengpati, Agus Lestari (kanan). Foto/Wardoyo
Pakar spiritual sekaligus pendiri Padepokan Sorengpati, Agus Lestari (kanan). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dalam sejarah peradaban, kehidupan manusia tak pernah lepas dari urusan spiritual. Berbicara dunia spiritual kadang memang menghadirkan kontroversi tergantung dari mana sisi pandangnya.

Ada yang menganggap dunia spiritual dekat dengan urusan klenik atau musyrik namun tak sedikit pula yang memandang dunia spiritual adalah kekuatan lain yang menjadi pelengkap dalam kebutuhan manusia.

Namun terlepas dari kontroversi yang mengiringi, faktanya banyak kalangan yang masih menaruh keyakinan terhadap seni-seni ilmu dan dunia spiritual.

Bahkan di Sragen, ternyata berdiri sebuah padepokan yang khusus menempa olah kebathinan alias padepokan spiritual.

Dan siapa sangka pula, padepokan itu diam-diam banyak jadi klangenan pesohor, pejabat hingga kalangan artis papan atas di negeri ini.

Padepokan itu bernama Padepokan Spiritual Sorengpati. Berada di Dukuh Kalidoro, Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan, lokasi padepokan ini berada di tepi desa yang dikelilingi kebun-kebun berpohon rindang.

Lokasi padepokan yang dirintis pakar spiritual Agus Lestari ini bisa ditempuh sekitar 1 jam dari pusat kota Sragen. JOGLOSEMARNEWS.COM berkesempatan mengorek sisik melik padepokan spiritual Agus yang belakangan mendadak jadi perbincangan itu.

Agus Lestari atau yang akrab disapa Mbah Agus itu pun menuturkan padepokan itu ia rintis sekitar lima tahun lalu.

Padepokan itu didirikan sebagai wujud kecintaannya akan dunia spiritual. Ia pun bercerita ihwal mula ketertarikannya dengan dunia spiritual adalah ketika masih duduk di bangku SMP.

Baca Juga :  Hadiri Pengesahan Warga PSHT, Bupati Karanganyar Ingatkan Warga PSHT Jangan Mudah Diadu Domba!

“Waktu itu masih SMP saya belajar ilmu spiritual dan persilatan di perguruan silat yang berpusat di Madiun di Jawa Timur. Awalnya ya belajar ilmu bela diri. Lalu lama-lama seperti ada ketertarikan untuk memperdalam ilmu kebathinan. Jadi bela diri sebagai ilmu dasar, lalu saya perdalam di olah kebathinannya,'” paparnya Sabtu (29/8/2020).

Salah satu kegiatan beladiri untuk olah kebathinan di Padepokan Sorengpati. Foto/Istimewa

Ketertarikannya pada dunia spiritual juga karena darah spiritual yang mengalir di tubuhnya. Sebab kakeknya yang bernama Mbah Rono juga dikenal sebagai seorang praktisi spiritual.

“Dari situlah saya mulai suka dengan dunia olah kebathinan dan spiritual. Saya perdalam, banyak tirakat dan belajar belajar belajar. Sampai kemudian ada niatan merintis padepokan spiritual ini,” terangnya.

Lebih lanjut, pria yang dikenal sebagai pengusaha itu menguraikan padepokan itu ia rintis melalui perjalanan ritual bersama saudara-saudara tua-nya di perguruan.

Dalam perjalanan ritualnya, dirinya seolah mendapatkan feeling. Berbekal ilmu yang didapat melalui pendidikan spiritual dari gurunya, akhirnya ia memberanikan diri merintis padepokan yang kemudian diberi nama Padepokan Sorengpati itu.

Hingga saat ini, pedepokan Sorengpati ini sudah berdiri hampir sekitar 5 tahun dan masih dalam taraf pengembangan.

Baca Juga :  Kabar Duka, 3 Warga Sragen Kembali Meninggal Dunia Terkait Covid-19 Hari Ini. Dua Orang Berstatus Positif, Satunya Suspek, Total Sudah 62 Warga Meninggal

Agus menuturkan selama ini kegiatan rutin yang dilakukan adalah ilmu bela diri pencak silat untuk awal dan pendalaman ilmu setia hati untuk sisi spiritualnya.

Sejauh ini siswa yang bergabung di pedepokanny sudah lumayan banyak dengan usia dan latar belakang sosial beragam. Ada yang masih usia belasan tahun hingga umur 50 tahun dari berbagai profesi.

“Kalau mau belajar silat di padepokan ya harus lewat jenjang. Awalnya belajar bela diri dulu baru belajar spiritual-nya,” tandasnya.

Tak hanya pendidikan spiritual, Agus menuturkan padepokannya juga melayani konsultasi-konsultasi spiritual dan pengobatan alternatif.

Bahkan ia mengatakan tamu yang datang berkonsultasi mulai dari kalangan masyarakat biasa sampai ada juga kalangan pejabat, kalangan pengusaha, politisi hingga artis papan atas.

Menurutnya, rata-rata tamu yang datang untuk berkonsultasi memang 95 persen berhasil. Namun jika ada tamunya yang gagal, mereka tidak ada yang komplain lantaran dirinya hanya menjadi sarana dan memberikan konseling semata.

“Semua penentunya kan tetap Yang di Atas (Allah). Kita hanya sarana, yang utama adalah doa dan ikhtiar. Salah satunya lewat spiritual. Kan sebelumnya sudah saya jelaskan dulu tentang dunia spiritual. Jadi dunia spiritual itu bukan klenik atau musyrik. Yang membuat musyrik itu itu pribadi masing-masing,” tandasnya. Wardoyo