JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Meski Jokowi Pernah Lontarkan Ancaman, Fadjroel Rahman: Belum Tentu Ada Reshuffle

Fadjroel Rahman / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski sempat terlontar langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman menegaskan sejauh ini belum ada rencana reshuffle kabinet Indonesia Maju.

“Tidak ada reshuffle. Semua menteri fokus dan bekerja keras menghadapi Covid-19 serta pemulihan dan transformasi ekonomi nasional,” ujar Fadjroel kepada wartawan, Jumat (21/8/2020).

Hal tersebut disampaikan Fadjroel menanggapi pernyataan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane yang mengatakan ada 11 hingga 18 menteri yang akan diganti dalam reshuffle kabinet nanti. Selain diganti, kata dia, beberapa menteri kemungkinan digeser ke kementerian lain.
“Demikian informasi yang diperoleh Indonesia Police Watch (IPW) dari berbagai sumber,” kata Neta dalam keterangan resmi.

Baca Juga :  Hari Ini Pasien Sembuh dari Covid-19 Bertambah 3.207

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengatakan saat ini waktu yang tepat bagi Presiden Joko Widodo atau Jokowi, jika benar-benar ingin mengocok ulang atau reshuffle menteri.

Ia menyebut masyarakat sudah tak bisa menunggu lebih lama.

Baca Juga :  Langgar PSBB Jilid 2, 293 Rumah Makan Ditutup, 1 Restoran Didenda Rp 50 Juta

“Kalau melihat kemerahan Jokowi yang sudah 4 kali soal kerja kabinet, sangat pantas reshuffle segera dilakukan. Tak perlu menunggu lama,” ujar Adi saat dihubungi Tempo, Kamis (20/8/2020).

Adi mengatakan Jokowi sudah memberi kesempatan kepada para menteri untuk membuktikan kerjanya. Apalagi di tengah pandemi ini, Presiden berkali-kali meminta anak buahnya kerja keras untuk menghindarkan Indonesia dari krisis ekonomi dan sosial berkepanjangan.

“Paling telat Oktober reshuffle, karena sudah satu tahun (para menteri bekerja),” kata Adi.

www.tempo.co