JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Pascakerusuhan di Pasar Kliwon, Muncul Video Kecaman dan Desakan Pemerintah serta Polisi Mengusut Tuntas

Kerusuhan pecah di Kampung Mertodranan Rt 1/1 Kel/Kec Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (08/08/20) petang. Foto: Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kerusuhan pecah di Kampung Mertodranan Rt 1/1 Kel/Kec Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (08/08/20) petang menjelang maghrib. Sejumlah orang dikabarkan terluka setelah sebuah rumah digeruduk gerombolan massa.

Rumah itu dari informasi yang dihimpun, keluarga almarhum Assegaf bin Jufri menggelar acara midodareni atau tradisi doa bersama sebelum pernikahan. Namun mendadak, muncul puluhan orang yang mendatangi lokasi tersebut.

Setelah kejadian itu, muncul rekaman video dari seseorang yang mengaku dari keluarga yang diunggah di instagram @nekbong_new. Dalam video berdurasi 3,29 menit, video kecaman itu diungkapkan seseorang menggunakan baju merah dan berpeci.

“Gerombolan Laskar radikal, menyerang keluarga Alm Habib Segaf Aljufri di Solo. Habib Umar Assegaf (54 thn), Habib Hadi Umar (15 thn) dan Habib Husin Abdullah (57 thn) menjadi korban keberingasan mereka. Dipukuli sampai babak belur. Demi Allah, kelompok khawarijh dan takfiri ini jauh lebih berbahaya daripada virus covid-19,” tulis caption pada unggahan tersebut.

Berikut petikan pernyataan yang dari unggahan video tersebut.

“Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Pada malam hari ini beberpa jam lalu tertanggal 8 Agustus 2020 kembali terjadi di Kota Solo, Jawa Tengah penghasutan dan provokasi yang dilakukan oleh kalangan-kalangan intoleran kalangan takfiri. Dimana tiga saudara kami bapak Habib Umar Assegaf dan kedua anaknya mengalami cedera serius dikarenakan pengeroyokan dan penganiayaan.

“Yang terhormat bapak presiden, yang kami banggakan dan khususnya kepada bapak Kapolri yang seharusnya kami andalkan. Kejadian ini bukan sekali dua kali dan sudah tejadi berulangkali di berbagai daerah di Indoensia”.

“Dan khususon kami mengingatkan Kapolri bahwa Kota Solo telah menjadi wilayah epicentrum penyebaran takfiri yang lebih berhaya dari Covid-19. Kita seluruh rakyat Indonesia telah dipaska mereka yang tidak begitu banyak, mereka terang-terangan menginjak ideologi pancasila dengan moto Bhineka Tunggal Ika. Mereka sengaja mencoret image Islam yang identik dengan rahmah sekalian alam”.

“Yang kami pertanyakan sejauh mana keseriusan pemerintah dalam menganggulangi hal demikian. Pencehagahan sampai hari ini tidak maksimal dan optimal. Selalu kejadian seperti ini yang terjadi dan terulang kembali atas berbagai isu rasis perbedaan aqidah dan perbedaan mazat. Kami mohon dengan amat sangat kami kecewa, muak dan sangat amat mengecam kejadian tadi malam”.

Saya mohon semua masyarakat Indonesia ayng masihsvetia pancasaila dan UUD 1945 dengan spirit agama islam yang penuh toleransi. Kami mohon tindakan tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Dan jadi catatan khusus ke polisi agar pencegahan dilakukan jauh-jauh hari. Kami tidak ingin bangsa negara kami seperti yang pernah terjadi di Syria”.

Dari pantuan JOGLOSEMARNEWS.COM hingga dini hari, situasi sudah kondusif. Namun puluhan aparat gabungan masih mengamankan lokasi sekitar. Prabowo

Baca Juga :  Evaluasi Perwali Pelanggar Protokol Kesehatan, Warga Luar Kota Solo Tak Pakai Masker Disanksi 2 Kali Lipat