JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pemilik Tertidur, Komplotan Pencuri Gasak Motor Ninja dan 2 Tas Isi Uang di Cucian Mobil Tanon Sragen. Dua Pelaku Dibekuk, Dua Masih Diburu

Tersangka saat diamankan di Mapolres Sragen. Foto/Wardoyo

IMG 20200803 WA0020 1
Tersangka saat diamankan di Mapolres Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dua tersangka dari sebuah komplotan pencuri asal Jatim, berhasil dibekuk Polres Sragen.

Komplotan yang berjumlah empat orang itu beraksi menggasak sebuah motor Kawasaki Ninja dan dua tas serta uang tunai milik warga Tanon.

Aksi pencurian itu sendiri terjadi pada 16 Juni 2020 di tempat cucian mobil di wilayah Brumbung, Karangasem, Tanon, Sragen.

Namun pelaku baru terlacak dan ditangkap beberapa hari lalu. Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno mengungkapkan aksi pencurian itu terjadi pada pukul 04.30 WIB.

Korbannya adalah Achmad Abdul Aziz (21) warga Dukuh Suwatu RT 23/ RW 06, Desa Suwatu, Tanon, Sragen.

Baca Juga :  2 Kepala Dinas Lengser, Sudah 11 Kursi Eselon II di Sragen Kosong Berbulan-Bulan. Sejumlah Kadinas Harus Rangkap Jabatan

Tersangka yang dibekuk diketahui bernama Masrul Dicky Setyawan Jodi alias Ulo (21) asal Tambak Asri
Gang IV No. 41 RT 2/4 Kelurahan
Morokrembangan, Krembangan, Surabaya, Jawa Timur.

Ia dibekuk bersama rekannya, Agus Arianto alias Black yang saat ini menjalani proses hukum di Colomadu Karanganyar.

“Dua tersangka lain masing-masing A dan D masih dalam pengejaran,” papar AKP Harno, Minggu (9/8/2020).

Ia menguraikan kronologis pencurian bermula ketika pada hari kejadian, Ulo dan ketiga rekannya berselancar mencari sasaran di wilayah Tanon.

Tepat di cucian mobil di Brumbung, Karamgasem, Tanon, mereka mendapati seorang korban tertidur di lokasi itu.

Baca Juga :  Kabar Baik, Warga Sragen Barat dan Utara Bakal Segera Dilayani PDAM. Air WGM Berat di Ongkos, Pilih Fokus Ambil dari WKO dan Waduk Gondang!

Kemudian sepeda motornya Kawasaki Ninja terparkir dengan kunci masih menempel. Melihat itu, para pelaku langsung beraksi mengambil motor, dua tas dan uang tunai Rp 270.000 milik korban.

Setelah mendapat hasil, para pelaku kabur meninggalkan korban yang masih tertidur. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 18,870 juta.

“Saat ini tersangka sudah kita amankan berikut barang bukti. Mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” tandas AKP Harno. Wardoyo