JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Pemkot Semarang akan Laksanakan Upacara HUT Kemerdekaan RI dengan Protokol Kesehatan dan Pembatasan Peserta

Ilustrasi bendera merah putih, pexels

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memastikan tetap menggelar Upacara 17-an dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-75 RI di tengah pandemi covid-19. Hal itu ditegaskan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Hendi, sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang ini, memastikan bahwa pihaknya akan tetap memberlakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 selama pelaksanaan upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia.

“Beberapa SOP akan tetap dijalankan diantaranya wajib mengenakan masker, menjaga jarak, serta membatasi jumlah peserta upacara,” terang dia.

“SOP pencegahan Covid-19 tetap wajib. Peserta upacara dan undangan kita batasi, tidak lebih 100 orang. Bisa jadi apabila perlu usai Upacara kita akan tes Covid bersama,” sambungnya.

Baca Juga :  Terpilih secara Aklamasi, Amir Machmud Kembali Nahkodai PWI Jateng Periode 2020-2025

Lebih detail, Hendi menegaskan, alasan pelaksanaan upacara di tengah pandemi karena tanggal 17 Agustus merupakan momentum yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dengan mengorbankan ribuan bahkan jutaan nyawa melayang dalam berjuang melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan.

“Kami tetap menggelar upacara 17-an sebagai bentuk penghormatan dan nasionalisme meski di masa pandemi Covid-19. Kami Pemkot Semarang tetap menjunjung rasa nasionalisme dan menghormati jasa pahlawan yang merebut kemerdekaan. Tidak ada alasan untuk tidak menggelar upacara 17-an,” sambung dia.

Baca Juga :  Operasi Yustisi Penegakkan Protokol Kesehatan Terus Dimasifkan

Hendi juga menambahkan, tidaknhanya upacara, pada perayaan HUT ke-75 RI, Hendi juga akan tetap menggelar tirakatan sehari sebelumnya pada Minggu (16/8/2020) malam dengan tumpengan dan renungan kemerdekaan.

Hendi juga menekankan, jika warga kampung untuk tetap menggelar tirakatan dengan mematuhi protkol kesehatan.

“Saya kembali tegaskan, bahkan seluruh kampung saya minta tetap harus digelar,” kata dia.

“Seluruh Camat, Lurah, RW sampai RT sudah saya pesan agar tetap menggelar tirakatan namun dengan syarat disiplin SOP pencegahan covid-19,” pungkas dia. Satria Utama