JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Program “Jogo Tonggo” Dapat Perhatian Khusus dari Kemenpan-RB

Program dari visi Kota Solo yakni "Jogo Tonggo" atau menjaga tetangga dijalankan maksimal warga di wilayah Dawung, Kecamatan Serengan. Istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) memberikan perhatian khusus adanya program “Jogo Tonggo” milik Pemprov Jateng.

Jogo Tonggo dinilai sebagai program inovatif pelayanan publik, dalam penanganan Covid-19. Penghargaan tersebut, diumumkan oleh Deputi Bidang Pelayanan Publik Diah Natalisa, melalui kanal YouTube Kemenpan-RB, belum lama ini. Dari 1.204 inovasi penanganan Covid-19, Jawa Tengah masuk dalam deretan 21 teratas (Top 21).

Diah mengatakan, dari deretan Top 21, dibagi dalam tujuh klaster yang terdiri dari kementrian atau lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kota, perguruan tinggi, perusahaan swasta dan masyarakat sipil. Jogo Tonggo Pemprov Jateng berada pada tiga besar dari klaster Pemerintah Provinsi, selain Pemprov Jabar dengan Pusat Informasi dan Koordinasi Covid -19 (Pikobar), dan Pemprov Kepulauan Bangka Belitung, dengan inovasi Fightcovid19.

“Kami sampaikan terima kasih yang tulus atas partisipasinya. Apa yang sudah Bapak/Ibu lakukan sangatlah mulia dan luar biasa, karena penanganan Covid-19 tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak, namun harus dilakukan bersama agar mata rantai penyebaran Covid-19 dapat segera berakhir,” ujarnya, melalui siaran pers.

Baca Juga :  Gerakan 14 Hari Serempak Memakai Masker Berkumandang di Pati

Sebagai informasi, Program Jogo Tonggo merupakan inovasi pemberantasan Covid-19, berbasis kewilayahan. Melalui Instruksi Gubernur Nomor 1 Tahun 2020, dibentuk Satgas Jogo Tonggo, yang memberdayakan warga hingga wilayah Rukun Warga (RW).

Sesuai namanya, “Jogo Tonggo” mengedepankan partisipasi aktif warga untuk saling menjaga dari penularan Covid-19. Jika ada yang terinfeksi virus Corona, warga dapat saling menjaga dengan memberikan perhatian, dan tidak memberikan stigma pada mereka yang tertular.

Bentuk perhatian tersebut dapat dilakukan dengan beberapa hal, sesuai kemampuan warga setempat. Di Kudus, ada sebuah kampung yang membuat pojok sayur, yakni sebuah tempat berdonasi menempatkan bahan makanan.

Siapa saja bisa menyumbang dan memanfaatkan bantuan. Terutama mereka yang terdampak Covid-19, baik keluarganya tertular, atau terkena imbas karena perusahaannya gulung tikar akibat pandemi itu.

Di Kelurahan Jomblang, Kota Semarang, semangat Jogo Tonggo juga digelorakan. Hal itu dengan membuat posko yang menyediakan makanan bagi warga terdampak Covid-19.

Kegiatan Jogo Tonggo kemudian direplikasi dalam bermacam kegiatan serupa. Seperti Jogo Santri, yang diterapkan pada lingkungan pondok pesantren. Adapula Jogo Plesiran, yang diterapkan di lingkungan pariwisata.

Dukungan juga diberikan Pemprov Jateng. Hal itu diwujudkan dengan pemberian Jogo Tonggo Kit sebanyak 8.562 paket, setiap paket Jogo Tonggo, berisi Alat Pelindung Diri (APD), sepatu boot, sarung tangan, penyemprot disinfektan otomatis, ribuan lembar masker kain, hand sanitizer, disinfektan, thermogun dan modul.

Baca Juga :  Jumlah Kasus Covid-19 di Blora Bertambah 2, Jumlah Total 370 Kasus

Selain Jogo Tonggo, Pemkot Magelang juga memperoleh penghargaan dengan inovasi Hatii Pakkem (Hazmat dari RSUD Tidar Inovasi Coverall Pakai Kembali). Inovasi ini, memungkinkan hazmat (pakaian pelindung) digunakan berulang.

Menggunakan double layers, berbahan sejenis katun. Hazmat buatan RSUD Tidar ini tahan sterilisasi 134 derajat celcius, reuseable atau bisa dipakai kembali sampai 50 kali. Inovasi ini diklaim lebih ekonomis dan ramah lingkungan.

Selain itu, inovasi dari Ventilator buatan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo juga memperoleh penghargaan. Dengan alat bantu napas ini, diharapkan dapat meringankan gejala sesak napas yang dihadapi oleh pasien Covid-19.

Selain itu, harga alat ini pun diklaim lebih murah dengan ventilator pabrikan. Sedangkan dari klaster perusahaan swasta, Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya memeroleh penghargaan karena menerapkan inovasi Protokol Kesehatan bernama “Sandwich”. Inovasi ini, mewajibkan calon penumpang dan kru bus menjalankan protokol kesehatan secara ketat, sebelum bepergian. Satria Utama