JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ratusan Bonsai Berkelas dari Berbagai Daerah Bakal Ramaikan Pameran Bonsai Anak Batas di Gondang Sragen. Dibuka Mulai Besok, Ada Yang Berharga Ratusan Juta Lho!

Anggota DPRD Sragen asal Gondang, Bambang Samekto saat melihat bonsai-bonsai menawan yang akan dipamerkan di Pameran Bonsai Anak Batas di Taman Gondang, Sragen, Kamis (27/8/2020). Foto/Wardoyo
Anggota DPRD Sragen asal Gondang, Bambang Samekto saat melihat bonsai-bonsai menawan yang akan dipamerkan di Pameran Bonsai Anak Batas di Taman Gondang, Sragen, Kamis (27/8/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sedikitnya 300 bonsai dari berbagai kota dipastikan bakal meramaikan Pameran Bonsai Anak Batas yang digelar di Taman Gondang, Kecamatan Gondang, Sragen.

Pameran yang diprakarsai komunitas pecinta bonsai perbatasan Sragen-Jatim itu akan dibuka mulai Sabtu (28/8/2020) selama tiga hari ke depan.

Ketua Komunitas Bonsai Anak Batas, Hendro Widodo alias HW mengungkapkan pameran itu digelar atas prakarsa dari komunitas Bonsai Anak Batas.

Komunitas itu mewadahi pecinta bonsai di wilayah perbatasan Sragen Jateng-Jatim yakni di Gondang Sragen hingga Ngrambe dan Sine Ngawi. Menurutnya, hingga petang tadi sudah ada 300an bonsai yang didaftarkan dan dihadirkan untuk meramaikan pameran.

Menurutnya jumlah itu di luar perkiraan dan membuat panitia sampai kewalahan. Ia tak menyangka animo peserta begitu tinggi sehingga kemungkinan pendaftaran peserta akan segera ditutup mengingat kapasitas sudah penuh.

“Kami nggak nyangka peminatnya sebanyak ini dan ini masih berdatangan. Ini dari berbagai daerah. Selain lokalan Sragen, ada datang dari Purwodadi, Ngawi, Solo, Karanganyar hingga Sukoharjo,” paparnya ditemui di sela persiapan pameran, Kamis (27/8/2020).

Hendro menjelaskan bonsai yang dipamerkan itu meliputi kategori prospek maupun sudah jadi atau jago. Namun mayoritas atau 80 persen adalah bonsai edisi prospek.

Baca Juga :  Cabup Sragen, Mbak Yuni Terungkap  Punya Harta Kekayaan Total Rp 5,7 Miliar dan Utang Rp 1,5 Miliar. Harta Suroto Nggak Disangka Segini Banyaknya!

Panitia juga sudah menyiapkan moderator atau bagian pemasaran yang nantinya akan menghubungkan dengan pemilik apabila ada pengunjung yang berminat untuk membeli.

Soal harga, Hendro menyebut harga bonsai tak ada acuan atau standar tertentu karena hal itu sangat tergantung dengan rasa dan keminatan pengunjung.

Namun ia menyebut bonsai yang dipamerkan ada yang berharga fantastis jutaan hingga paling mahal di atas Rp 100 juta.

“Untuk harga bonsai itu nggak ada batasnya. Tergantung yang lihat. Tapi kalau ditanya paling mahal, di sini yang dipamerkan ada yang di atas Rp 100 juta,” terangnya.

Mengingat masa pandemi, ia mengatakan panitia tetap mengedepankan protokol kesehatan. Yakni semua pengunjung diwajibkan cuci tangan, jaga jarak dan pakai masker.

“Tujuan pameran ini memberikan alternatif hiburan bagi warga yang jenuh di tengah pandemi. Lebih dari itu, pameran ini juga untuk memberdayakan warga atau pecinta bonsai untuk mendapatkan income lewat bonsai. Mulai dari pendongkel atau pembolang yang mencari tanaman atau bahan bonsai hingga pemilik bonsainya. Karena di masa pandemi ini kerjaan hancur-hancuran. Banyak yang akhirnya ikut jadi pembolang nyari tanaman untuk dibonsai. Dan hasilnya yang sudah jadi bisa jutaan sampai ratusan juta. Jadi ikut mengangkat pendapatan mereka juga,” terangnya.

Baca Juga :  Sudah Penjarakan 4 Orang, Bantuan Alsintan di Sragen Kini Diwanti-wanti Tanpa Pungutan Apapun. Ada 52 Kelompok Penerima, Bupati Yuni: Kalau Mau Sodaqoh, Sodaqohlah ke Warga Tidak Mampu!
Ratusan bonsai papan atas dari berbagai daerah siap memanjakan para pehobi bonsai di Pameran Bonsai Anak Batas di Gondang, Sragen. Foto/Wardoyo

Harga Bisa Ratusan Juta

Tokoh sekaligus anggota DPRD Sragen asal Gondang, Bambang Samekto mengapresiasi kegiatan pameran yang diprakarsai Komunitas Bonsai Anak Batas itu.

Menurutnya, hal itu bisa memberikan peluang bisnis bagi warga dan anak-anak muda untuk menghasilkan pendapatan di tengah sulitnya ekonomi masa pandemi.

“Sehingga mereka bisa terlibat aktif tapi menghasilkan. Ini salah satu prospek usaha yang menjanjikan, selain mengajak masyarakat mencintai tanaman, alam dan lingkungan,” terangnya.

Ketua Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Sragen, Parsono menyambut positif gelaran pameran bonsai itu.

Menurutnya dengan pameran itu akan mengenalkan potensi bonsai di wilayah Sragen serta memberdayakan warga pegiat dan pembudidaya bonsai untuk mendapat penghasilan.

“Ini bagus sekali. Apalagi teman-teman komunitas sangat bersemangat. Kegiatan seperti ini bisa mengenalkan bahwa di tapal batas Sragen pun ada potensi bonsai yang bagus-bagus. Lalu ini juga bagus untuk prospek bisnis. Karena jujur saja teman-teman komunitas ini kasarannya yang bisa untuk beli menir ya dari hasil bonsai seperti ini. Dan sudah banyak yang sukses dari budidaya bonsai karena kalau bagus harganya bisa mencapai ratusan juta,” tandasnya. Wardoyo