JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Satpol PP DIY Kesultan Pecah Kerumunan di Malioboro

Andong melintasi Jalan Malioboro, Selasa (11/6/2020). Uji coba pedestrian Malioboro nantinya akan memprioritaskan moda tradisional becak kayuh dan andong / tribunnews

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kepala Satpol-PP DIY,  Noviar Rahmad mengakui sedikit kerepotan mengatur kedisiplinan para pengunjung objek wisata Malioboro untuk mematuhi protokol kesehatan.

Salah satu yang paling sulit ditertibkan, menurut Noviar adalah naluri berkerumun. Para petugas mengaku kesulitan untuk memecah kerumunan.

“Cuma kalau kerumunan seperti ini susah dikendalikan. Kami tidak mungkin bisa tungguin dari pagi sampai malam mereka jaga jarak. Kalau kami lewat, kami ingatkan. Kalau kami pergi, mereka kumpul lagi,” ucap Noviar.

Noviar menjelaskan, pihaknya masih gencar melakukan operasi nonyustisi kepada masyarakat maupun wisatawan yang tidak menggunakan masker, baik di perkotaan maupun tempat wisata.

Adapun personel yang ditempatkan yakni 75 orang untuk di area perkotaan dan 328 orang di objek wisata.

Baca Juga :  UGM Kembangkan Sistem Peringatan Dini Gempa, Klaim Bisa Deteksi dan Prediksi Gempa 3 Hari Sebelum Terjadi

Namun untuk penjagaan di Malioboro, dijelaskan Noviar tidak dilakukan setiap hari.

“Kita tidak tiap hari masuk sini (Malioboro). Satu waktu misal malam di Titik Nol. Kita tidak terus menerus. Di Malioboro ada Jogoboro, ada UPT Malioboro yang selalu mengawasi setiap hari,” ucapnya, di Kompleks Kepatihan, Senin (17/8/2020).

Adapun keberadaannya di Malioboro yakni untuk terus melakukan edukasi kepada wisatawan.

Noviar mengatakan bahwa semua orang di Malioboro telah membawa masker, namun penggunaannya belum tepat.

“Masih ada yang dikantongi dan pemakaiannya di bawah dagu. Pemakaian tidak benar juga menjadi sasaran edukasi kami,” ungkapnya.

Noviar mengungkapkan, bahwa sejak 4 Agustus 2020 melakukan operasi nonyustisi penggunaan masker, setidaknya 100 pelanggar terjaring setiap harinya.

Baca Juga :  Pilkada 2020 Berdampak Pada Penambahan Kasus Positif Covid-19

Sementara itu, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa penjagaan terhadap ketertiban mengikuti protokol kesehatan harus ditegakan.

“Teman-teman Gakkum terutama Pol-PP kepolisian tentu tetap memberi kenjagaan mengingatkan mereka yang tidak mematuhi protokol kesehatan,” bebernya.

Ia kemudian meminta semua pengunjung di DIY harus menggunakan Jogja Pass agar memudahkan kita mengidentifikasi di satu lokasi jumlah yang hadir dan di lokasi mana yang kapasitas maskimumnya sudah tercapai.

Ketika telah mencapai kapasitas maksimum, maka wisatawan diminta untuk pindah ke lokasi yang lain.

“Tadi malam kita lihat, begitu padat pengunjung dan wisatawan. Saya rasa ini jadi catatan kita untuk memberikan peringatan lebih jelas kepada wisatawan,” ucapnya.

www.tribunnews.com