JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Sejumlah Jenderal Hingga Pengusaha dari Jakarta Diam-Diam Turun ke Solo. Merapat PKS, Tertarik Nyalon Pilkada Solo Lawan Gibran

Rohadi Widodo. Foto/Beni Indra

 

Rohadi Widodo. Foto/Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Niat PKS untuk mengusung calon selain Gibran Rakabuming pada Pilkada Kota Surakarta ternyata mendapat respon serius dari berbagai pihak.

Respon tersebut bukan hanya dari kalangan lokal saja, tetapi para tokoh-tokoh dan pengusaha nasional dari Jakarta pun tertarik untuk maju nyalon Walikota melalui PKS dan kemungkinan koalisinya.

Ketua Bappilu DPW PKS Jateng, Rohadi Widodo mengatakan sudah mendapat laporan resmi dari DPD PKS Kota Surakarta tentang maraknya para tamu dari Jakarta yang datang ke Solo untuk bisa maju nyalon Walikota dari PKS.

“Banyak sekali tamu-tamu dari Jakarta itu. Bahkan ada beberapa jenderal dan pengusaha dan lain-lain intinya berminat maju nyalon Walikota pada Pilkada Kota Solo melawan Gibran Rakabuming” tandasnya saat ditemui di Karanganyar, Rabu ( 05/08/2020).

Baca Juga :  SAH, Gibran-Teguh Dapat Nomor Urut 1, Bajo Nomor 2

Meski demikian, sampai sekarang, Rohadi menyebut DPD PKS Kota Solo masih terus menjalin komunikasi dengan para tamu tersebut.

Menurutnya, dari gelagat mereka, tak sedikit yang menunjukkan keseriusan untuk nyalon Walikota menantang Gibran. Hanya saja semua tetap masih menunggu perkembangan politik yang terjadi.

Menurut Rohadi, secara prinsip PKS terus gerilya mencari dukungan koalisi agar bisa mengusung calon Walikota bersama partai lain.

Meski ia menyadari peluangnya tipis namun bukan berarti sudah tertutup atau gagal.

“Per detik ini peluang untuk koalisi mengusung masih ada celah” ungkapnya.

Rohadi menjelaskan saat ini PKS terus mencermati aturan main yang digunakan KPU Kota Solo perihal electoral treshold atau syarat  jumlah kuota prosentase minimal untuk bisa mengusung pasangan calon walikota.

Baca Juga :  100 Lebih Warga Karanganyar Dilaporkan Pindah Keyakinan Peluk Agama Islam. Ketua Islamic Center Berharap Tetap Istiqomah

Pasalnya ada multitafsir dengan KPUD perihal electoral treshold.

“Kita cermati aturan mainnya bagaimana apakah menggunakan batas jumlah 20% kursi parlemen atau menggunakan batas 25% suara parpol yang tidak memperoleh kursi di dewan” imbuhnya.

Lebih lanjut  PKS juga mencermati apakah 25 % suara itu artinya partai yang memiliki kursi di parlemen atau 25% . Artinya hanya memperoleh 25% suara saja tanpa memiliki kursi di parlemen.

“Ini semua penafsiran kita ikuti sebab parpol yang tidak memiliki kursi di parlemen namun jumlah suaranya 25.39 %,” tegasnya.

Dengan begitu Rohadi menegaskan ruang untuk bisa mengusung calon masih terbuka sehingga upaya untuk itu terus bergulir. Beni Indra