JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tegakkan Protokol Kesehatan, 50 Warga Kota Semarang Dihukum karena Terjaring Razia Masker

Tak kenakan masker, sejumlah warga Kota Semarang dihukum push up oleh Satpol PP Kota Semarang. Foto : istimewa

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Kota Semarang berupaya keras menegakkan disiplin protokol kesehatan. Hal itu guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Berbagai upaya telah digulirkan. Salah satunya dengan menggencarkan razia kepatuhan pemakaian masker saat beraktivitas di tempat umum. Tak tanggung-tanggung, melalui petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang memberi sanksi sosial berupa push up, menyanyikan lagu Indonesia raya, dan menghafal Pancasila. Razia tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto.

Baca Juga :  52 Santri Positif Covid-19, Ponpes Nurul Hidayah Langsung Dilockdown. Tiga Jalan Masuk Diportal, Kapolres Terjun Beri Bantuan

“Kami akan terus melakukan penertiban seperti ini. Kami harapkan masyarakat bisa sadar pentingnya protokol kesehatan,” sambung dia.

Bersama jajarannya, Fajar mengaku melakukan penyisiran ke sejumlah titik yakni Pasar Sampangan, Perempatan Sampangan, Trafic Light Kaligarang, dan Pasar Simongan.

“Razia kepatuhan protokol kesehatan dalam hal ini pemakaian masker, Kita dapati kurang lebih 50 orang tak pakai masker,” terang Fajar, pada Senin (10/8/2020).

“Kita beri hukuman di tempat. Hukuman bagi para masyarakat yang tidak menggunakan masker berupa hukuman fisik yakni push up, menyanyikan lagu Indonesia raya, dan menghafal Pancasila,” sambung Fajar.

Baca Juga :  ABG 15 Tahun Dipaksa Masuk Kamar dan Digilir 2 Pemuda di Rumah Sepi. Pelaku Mengaku Tak Bisa Tahan Nafsu Gegara Sering Nonton Film Panas Jepang

Lebih detail, Fajar menguraikan, dalam pelaksanaan razia ini pihaknya tidak akan tebang pilih bila ada warga yang tak pakai masker. Memakai masker saat ini merupakan sebuah kewajiban.

“Saya juga berharap masyarakat bisa memiliki kesadaran penuh patuh protokol kesehatan untuk pencegahan covid -19,” kata dia.

“Sekali lagi, kami tegaskan dan mengingatkan jika pandemi covid-19 belum bisa diketahui kapan berakhirnya,” sambung dia. Satria Utama