JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Tengah Digagas, Pendidikan Militer untuk Mahasiswa

Para calon Bintara Pusat Pendidikan Korps Wanita TNI AD Prajurit Karier angkatan 25 ikuti latihan di markas Resimen Induk Daerah Militer 3 Siliwangi, Pengalengan, Jawa Barat, 5 Februari 2018. Prajurit tersebut terdiri dari calon prajurit wanita TNI AD berusia 18 sampai 22 tahun. Mereka terpilih dari seleksi Bintara talenta empat bulan lalu / tempo.co
Para calon Bintara Pusat Pendidikan Korps Wanita TNI AD Prajurit Karier angkatan 25 ikuti latihan di markas Resimen Induk Daerah Militer 3 Siliwangi, Pengalengan, Jawa Barat, 5 Februari 2018. Prajurit tersebut terdiri dari calon prajurit wanita TNI AD berusia 18 sampai 22 tahun. Mereka terpilih dari seleksi Bintara talenta empat bulan lalu / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kalau dulu ada mata kuliah Kewiraan, maka tahun ini Kementerian Pertahanan tengah menjajaki kemungkinan memasukkan program Bela Negara ke dalam kurikulum perguruan tinggi.

Bahkan, mereka sudah membuka pembicaraan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait rencana itu.

“Nanti, dalam satu semester mereka bisa mengikuti pendidikan militer, nilainya masuk ke SKS. Ini salah satu yang sedang kami diskusikan dengan Kemendikbud,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangan tertulis, Minggu (16/8/2020).

Trenggono mengatakan hal itu direncanakan agar mahasiswa yang merupakan generasimilenial dapat lebih mencintai negara.

Baca Juga :  Nama Jaksa Agung dan Mantan Ketua MA Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan Jaksa Pinangki

Program Bela Negara, kata dia, akan terus menyadarkan masyarakat terutama para milenial untuk bangga sebagai orang Indonesia.

“Semua ini agar kita memiliki milenial yang tidak hanya kreatif dan inovatif, tetapi cinta bangsa dan negara dalam kehidupan sehari-harinya,” kata dia.

Ia berharap melalui Program Bela Negara, milenial bangga terlahir di Indonesia, menjadi bagian dari warga dunia. Trenggono juga mengatakan Indonesia tak boleh kalah dengan Korea Selatan yang mampu mengguncang dunia melalui budaya K-Pop.

“Jika dilihat dari sudut pertahanan, itu cara mereka melalui industri kreatifnya mempengaruhi dunia. Indonesia harusnya bisa seperti itu karena kita punya seni dan budaya yang banyak,” kata dia.

Baca Juga :  Jokowi: Progam Kartu Prakerja Telah Dinikmati oleh 4,86 Juta Penerima

Kecintaan terhadap negara oleh milenial, kata dia, juga bisa ditunjukkan dengan bergabung dalam Komponen Cadangan (Komcad) sesuai amanat dari Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara.

“Komcad ini bukan wajib militer. Ini kesadaran dari warga masyarakat yang ingin membela negara jika terjadi perang, difasilitasi dengan memberikan pelatihan selama beberapa bulan. Usai latihan dikembalikan ke masyarakat. Jika negara dalam keadaan perang, mereka siap bertempur,” kata Trenggono.

www.tempo.co