JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Terbitkan Daftar Klasterisasi Perguruan Tinggi, Kemendikbud Sebut Bukan untuk Pemeringkatan

Ilustrasi wisuda. Foto: pexels.com

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah merilis daftar klaterisasi perguruan tinggi untuk tahun 2020. Dalam daftar tersebut, sebanyak 2.136 perguruan tinggi dikelompokkan ke dalam lima klaster.

Dalam klasterisasi tersebut, sebanyak 15 perguruan tinggi masuk dalam klaster 1, kemudian klaster 2 berjumlah 34 perguruan tinggi, klaster 3 berjumlah 97 perguruan tinggi, klaster 4 terdiri dari 400 perguruan tinggi, dan terakhir klaster 5 yang memuat 1.590 perguruan tinggi.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam, klaterisasi perguruan tinggi tersebut dilakukan untuk melakukan pemetaan terhadap kinerja perguruan tinggi akademik di Indonesia.

Baca Juga :  KEREN! Mahasiswa UNS Raih Juara 1 di Ajang IKAB National Scientific Writing and Youth Competition

Nizam pun menegaskan jika klasterisasi tersebut bukan merupakan pemeringkatan perguruan tinggi.

“Klasterisasi ini bukanlah pemeringkatan, namun pengelompokan perguruan tinggi sesuai dengan level perkembangannya. Jangan disalahmaknai sebagai pemeringkatan,” kata Nizam dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2020).

Nizam mengatakan, tujuan utama klasterisasi adalah menyediakan landasan bagi pengembangan pembangunan, pembinaan perguruan tinggi serta untuk mendorong perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas.

Pada klaterisasi ini, menurut Nizam tidak ada perbedaan antara perguruan tinggi negeri dan swasta.

Baca Juga :  Uniba Solo Gelar Wisuda Sarjana Angkatan 47 Dengan Protokol Kesehatan Ketat

“Tidak ada perbedaan antara perguruan tinggi negeri dan swasta dalam hal penilaian. Kuncinya tetap berada pada leadership dan sinergi,” ucap Nizam.

“Selama rektor perguruan tinggi bisa membangun sinergi, maka hal itu merupakan kekuatan perguruan tinggi untuk mewujudkan visi dan misinya dalam membawa seluruh civitas akademika untuk meningkatkan kualitasnya.”

“Perguruan tinggi yang sudah maju akan kami dorong untuk berlari lebih kencang, bagi yang masih berada di bawah maka akan kami berikan pembinaan khusus,” pungkasnya.

www.tribunnews.com