JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Viral Kisah Rinno Si Badut Jalanan yang Bantu Menafkahi 300 ODGJ dan Lansia Telantar di Jogja

Rinno (33), yang berprofesi sebagai badut jalanan di Kota Yogyakarta. Foto: kitabisa.com
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Keterbatasan bukan menjadi halangan seseorang untuk berbagi kepada orang lain. Itulah setidaknya pesan yang ingin disampaikan Rinno, pria yang bekerja menjadi badut jalanan di Kota Yogyakarta.

Kisah Rinno mendadak viral beberapa waktu lalu, setelah video tentang dirinya yang mencari nafkah dengan menjadi badut di jalanan Kota Yogyakarta tersebar di media sosial.

Video itu pertama kali diunggah di akun Instagram dan Twitter milik kitabisa.com, sebuah situs penggalangan dana yang menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan.

Dalam video itu diceritakan Rinno, yang berusia 33 tahun, mencari uang untuk menafkahi istri dan anaknya dengan cara bekerja sebagai badut jalanan.

Disebutkan jika penghasilan Rinno hanya sekitar Rp20.000 per harinya. Akan tetapi dia juga masih bisa berbagi untuk membantu sejumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan lansia telantar di sebuah panti.

“Saya mau jadi badut terus. Saya pingin datengin kebahagiaan untuk orang lain.”

“Berbagi itu gak bikin saya rugi, gak bikin miskin. Saya seneng berbagi,” kata Rinno dalam unggahan video itu.

View this post on Instagram

"Saya mau jadi badut terus. Saya pingin datengin kebahagiaan untuk orang lain," – Rinno, badut jalanan di Jogja.  . Rinno tak hanya tebar kebahagiaan lewat kostumnya. Ternyata, ia juga suka berbagi untuk sesama. Penghasilannya yang tak seberapa selalu ia sisihkan untuk ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) di panti. . Sekarang ini, Rinno juga suka berbagi makanan untuk dhuafa di jalanan. "Berbagi itu gak bikin saya rugi, gak bikin miskin. Saya seneng berbagi," katanya.  . Apa yang dilakukan Rinno sungguh menghangatkan hati. Bersama @pantihafara, kamu bisa dukung kebaikan Rinno berbagi sembako dengan donasi ke kitabisa.com/bantusibadutberbagisembako (link di bio)  . Yuk, berikan apresiasi untuk Rinno dengan tulis: "Hebat Rinno 🤡" di kolom komentar! . #badut #badutjalanan #odgj #pantihafara #orangbaik #kitabisa

A post shared by Kitabisa (@kitabisacom) on

Sementara diceritakan di laman kitabisa.com, Rinno mulai tergerak untuk membantu kaum dhuafa telantar setelah dirinya sempat ditahan hingga 11 hari oleh Satpol PP karena menjadi badut jalanan.

Menurutnya, berprofesi menjadi badut jalanan untuk mencari nafkah bukanlah sebuah nasib buruk, melainkan jika harus telantar di usia senja dan memiliki gangguan jiwa, serta tak memiliki rumah untuk pulang atau nasi untuk dimakan.

Rinno bahkan disebutkan rela menghabiskan uang tabungan dan menggadaikan BPKP demi membantu orang-orang telantar tersebut. Ia pun membeli sembako untuk diberikan ke ODGJ dan lansia telantar yang ada di bawah pendampingan Panti Hafara, Yogyakarta.

Video yang diunggah di Instagram itu pun menuai komentar positif dari netizen. Banyak di antaranya yang mengapresiasi perjuangan Rinno untuk tetap berbagi meski dirinya sendiri berada dalam keterbatasan.

“Semoga diberikan kesehatan dan dilimpahkan rezekinya,” tulis salah satu komentar.

“Mas Rinno hebat, semoga Allah SWT selalu melimpahkan rizki dan kesehatan selalu. Aamiin,” tulis komentar lainnya.

Yayasan Anugerah Tuhan Hafara pun membuka penggalangan dana untuk membantu usaha Rinno Si Badut Jalanan, dalam menafkahi 300 ODGJ dan lansia telantar di Panti Hafara dengan membuka rekening donasi di kitabisa.com.

Hingga Minggu (2/8/2020), penggalangan dana untuk Rinno dan 300 lansia telantar itu telah terkumpul sekitar Rp297juta dari target Rp464 juta. Sebanyak 5.141 orang tercatat telah menyumbangkan uangnya untuk kampanye donasi ini.

Baca Juga :  Tanggap Darurat di DIY Diperpanjang, Pengawasan Terhadap Wisatawan Diperketat