JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bertahun-tahun Sering Bikin Celaka Guru Siswa dan Tamu, Wali Murid SMPN 2 Tangen Sragen Tergerak Rela Urunan Untuk Ngecor Jalan Masuk Sekolah. Berkahnya Malah Juara Lomba Komite Tingkat Kabupaten

Kondisi jalan masuk di SMPN 2 Tangen Sragen kini sudah halus setelah bertahun-tahun rusak dan kemudian dicor berkat komite dan wali murid. Foto/Wardoyo
Kondisi jalan masuk di SMPN 2 Tangen Sragen kini sudah halus setelah bertahun-tahun rusak dan kemudian dicor berkat komite dan wali murid. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski berlokasi di kecamatan pinggiran dengan kondisi masyarakat mayoritas ekonomi menengah ke bawah, semangat orangtua siswa SMPN 2 Tangen Sragen patut dapat apresisasi.

Kepedulian dan semangat gotong yang ditunjukkan wali murid terbukti mampu menjadi solusi bagi persoalan di sekolah itu. Salah satunya soal jalan masuk sekolah yang sempat bertahun-tahun rusak dan berlubang.

Kini, problem itu sudah tertuntaskan setelah komite dan wali murid rela urunan untuk memperbaiki jalan masuk ke sekolah.

“Alhamdulillah sekarang jalannya sudah bagus dan dicor. Kemarin hasil komite sekolah bersama wali murid yang urunan. Karena jalan masuk itu sudah bertahun-tahun rusak, kadang banyak guru, siswa dan wali murid yang kejeglong dan jatuh. Apalagi kalau habis hujan kan licin dan sangat membahayakan,” papar Kepala SMPN 2 Tangen, Ahmad Kuncoro kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (11/9/2020).

Kasek menguraikan jalan itu dicor atas inisiatif komite sekolah. Melihat kondisi sekolah dengan segala keterbatasan, komite kemudian menggalang urunan ke wali murid.

Wali murid yang ingin menyumbang dipersilakan tanpa ada paksaan, batas waktu maupun nominal. Dari 180 wali murid, ada 80 yang kemudian menyumbang dan terkumpul total Rp 18 juta.

Baca Juga :  Klaster Meluas 6 Pasien Positif Covid-19 Sragen Tulari 8 Orang, 2 Warga Positif Setelah Perjalanan dari Purwokerto dan Boyolali. Berikut Daftar 10 Pasien Positif dan 47 Sembuh Hari Ini!

Dari iuran itulah, kemudian ditambah dari uang saldo sebelumnya, akhirnya mimpi memperbaiki jalan masuk yang rusak itu diwujudkan dua minggu lalu.

“Semua yang inisiatif dan nangani komite. Sekolah sama sekali nggak cawe-cawe, transaksi juga tidak di sekolah. Kemarin dari komite memang nyampaikan ke wali murid bagi yang longgar ngaturi sumbangan sukarela. Nominalnya sesuai kemampuan dibatasi nggak boleh lebih dari Rp 300.000. Dan yang nggak mampu juga nggak dipaksa karena dari 180 wali murid yang nyumbang ada 80 orang. Pokoke wali murid urunan entuke piro dicakne nanti dari komite menghibahkan ke sekolah,” terangnya.

Semangat komite dan wali murid itu juga sudah banyak membantu sekolah. Seperti tahun kemarin membelikan satu set gamelan serta 50 komputer secara bertahap.

Kuncoro mengatakan peran aktif komite itu juga diakui sangat membantu. Sebab jika mengandalkan dana BOS, tidak akan bisa lantaran selama ini dengan jumlah siswa segitu, dana BOS hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan operasional rutin saja.

Baca Juga :  Ponpes Ustadz Habib MA di Tangkil Sragen Masih Ditutup, 10 Santri dan Anaknya Isolasi Mandiri. Total 121 Orang Terlacak Kontak Erat dan Jalani Swab

“Kemarin yang dicor jalan masuknya sepanjang 40 meter dan lebar 4 meter. Dananya habis Rp 24 juta dan baru selesai Minggu kemarin. Kami sangat berterimakasih atas peran komite. Karena jalan masuk yang curam dan rusak itu kadang memang sering mencelakakan. Kalau hanya guru dan siswa mungkin sudah biasa, tapi kadang yang kasihan kalau ada tamu yang jatuh,” tuturnya.

Tak hanya membantu kelancaran sekolah, kinerja positif komite rupanya juga berbuah manis. Komite SMP tersebut sukses meraih juara 2 Lomba Kinerja Komite Sekolah tingkat SMP/MTs Kabupaten Sragen tahun 2020 baru-baru ini.

Kuncoro menambahkan prestasi itu cukup membanggakan jika menilik kondisi SMP-nya yang notabene di daerah pinggiran yang mayoritas kondisi ekonomi warga juga dalam keterbatasan.

“Tapi ternyata semangat guyub dari komite dan wali murid, malah membawa berkah dapat juara 2 kabupaten. Dan kita bisa mengalahkan komite-komite di SMP kota yang notabene mungkin ekonominya lebih di atas,” tandasnya. Wardoyo