JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bos Investasi Rangrang CV MSB Sragen, Sugiyono Nekat Gugat Kapolda Jateng. Tak Terima Ditetapkan Tersangka Penipuan dan Pencucian Uang Hingga Puluhan Aset Mobil Serta Sertifikatnya Disita

Perwakilan tim kuasa hukum Dirut CV MSB, Pardiman saat menunjukkan surat bukti-bukti yang diajukan ke sidang gugatan praperadilan kliennya, Jumat (25/9/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah dua bulan ditahan di Polda Jateng, Sugiyono (45), Direktur Utama CV Mitra Sukses Bersama (MSB) Sragen yang bergerak di bidang investasi semut rangrang, membuat kabar mengejutkan.

Bos asal Dusun Kroyo RT 15/5, Desa Taraman, Kecamatan Sidoharjo, Sragen itu nekat menggugat Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Lutfi.

Kapolda digugat praperadilan oleh Sugiyono melalui tim kuasa hukumnya dari Kantor Advokat dan Konsultasi Hukum Dharma Satya Graha Solo.

Kapolda digugat atas proses penangkapan, penetapan tersangka, penahanan dan penyitaan barang maupun aset berharga milik Sugiyono.

Baca Juga :  Buntut Teror Kawanan Macan, Warga Diimbau Tak Keluar Malam

Bahkan, gugatan praperadilan itu kini sudah memasuki masa persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sragen.

Salah satu anggota tim kuasa hukum, Pardiman mengatakan gugatan diajukan ke PN Sragen pada tanggal 3 September 2020 lalu. Gugatan diajukan ke PN Sragen lantaran locus delictinya ada di Sragen.

“Panggilan sidang perdana pada tanggal 21 September 2020 lalu. Dan hari ini tadi sudah sidang kelima dengan agenda pembuktian surat-surat bukti yang kami ajukan sebagai dasar gugatan,” papar Pardiman, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (25/9/2020).

Baca Juga :  Awas, Ratusan Kasus AIDS Sragen Masih Tersembunyi. Bupati Sebut Data Pusat 1883, Baru Ketemu 1.720

Pardiman menguraikan gugatan itu diajukan lantaran kliennya menganggap semua proses mulai dari penangkapan, penetapan tersangka, penahanan dan penyitaan yang dilakukan tim Reskrimum Polda Jateng, tidak sesuai dengan prosedur hukum.

Sebab kliennya langsung ditahan di Polda Jateng setelah menerima surat panggilan terakhir tanggal 3 Agustus 2020 lalu.

Kliennya yang dilaporkan ke Polda Jateng pada 10 Oktober 2019, kemudian ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana penipuan, penggelapan dan pencucian uang.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com