JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Cegah Klaster Pilkada, DKPP Dorong KPU Berikan Sanksi Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Alfitra Salamm mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran protokol kesehatan, Jumat (18/9/2020). Prihatsari
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan sanksi tegas terhadap pelanggaran protokol kesehatan. Hal itu berlaku juga untuk pihak penyelenggara pilkada terkait termasuk pemerintah.

Hal itu disampaikan Anggota DKPP, Alfitra Salamm, Jumat (18/9/2020) malam, di sela kunjungan kerjanya di Solo. Menurut Alfitra, sampai saat ini desakan penundaan pilkada masih mengiang dari masyarakat. Meski dari sisi regulasi hal itu masih dimungkinkan, namun hingga sekarang pemerintah, DPR dan KPU belum membuka wacana penundaan tersebut.

Baca Juga :  Dulu Ingin Maju Jadi Wakil Wali Kota Solo, Kini Si Cantik Diah Warih Anjari Dukung Gibran, Targetkan Raih 90 % Suara

“Yang dikhawatirkan akan terjadi lonjakan klaster covid-19 dari pilkada ini, termasuk tahapannya. Maka untuk menekannya, seoptimal mungkin harus menegakkan protokol kesehatan. Bagaimana ini harus dipatuhi masyarakat,” ujarnya.

Alfitra menekankan, sebagai langkah antisipasi pelonjakan kasus covid-19 dalam tahapan pilkada, KPU harus tegas memberikan sanksi untuk penegakan protokol covid-19.

“Saya berharap KPU dan pemerintah betul-betul memberikan regulasi yang jelas, termasuk penerapan sanksi jika terjadi pelanggaran,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ada Pegawainya yang Positif Covid-19, Kantor BKPPD Solo Kembali Dilockdown

Di sisi lain, regulasi yang tepat penerapan protokol kesehatan tersebut masih bisa dilakukan meski dalam waktu mepet.

“Yang repot itu nanti masyarakat, pendukungnya kandidat untuk itu, sosialisasi harus mengajak parpol dan kandidat juga. Selama ini kan yang kena covid-19 selalu masyarakatnya. Maka kita berharap parpol dan kandidat calon benar-benar menerapkan protokol kesehatan,” tukasnya. Prihatsari