JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Divonis 4 Kali Lebih Berat, 3 Terdakwa Korupsi Rp 2 Miliar Proyek RSUD Sragen Kompak Langsung Nyatakan Banding. Jaksa Juga Pikir-pikir

Agung Riyadi. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi proyek ruang sentra OK RSUD Sragen tahun 2016 menyatakan langsung mengajukan banding atas vonis berat yang dijatuhkan majelis hakim PN Tipikor, Senin (21/9/2020).

Ketiga terdakwa masing-masing eks Dirut berinisial DS, PPK proyek berinisial NY dan pengusaha asal Solo, Rahadian Wahyu itu menyatakan keberatan dan langsung mengajukan banding.

Banding diajukan lantaran divonis lebih berat dari tuntutan jaksa. Mereka divonis sama yakni 6 tahun penjara oleh majelis hakim PN Tipikor Semarang.

Vonis itu 4 kali lipat dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut ketiganya sama rata yakni 1,5 tahun penjara.

“Tiga terdakwa melalui penasehat hukum mereka, semua langsung menyatakan banding. Kalau jaksa masih pikir-pikir,” papar Kasi Pidsus Kejari Sragen, Agung Riyadi, Senin (21/9/2020).

Agung mengatakan ketiga terdakwa memiliki waktu 7 hari untuk menentukan sikap. Sedangkan JPU memiliki waktu sepekan lebih lama yakni 14 hari untuk menentukan apakah banding atau menerima.

Soal vonis hakim yang justru lebih berat 4 kali lipat dari tuntutan jaksa, Agung memandang hal itu bisa terjadi. Sebab vonis akan ditentukan oleh pertimbangan dari sudut majelis hakim.

Baca Juga :  Serahkan Rp 200 Juta, Ayah Sekdes Trobayan Dihadirkan Sebagai Saksi Sidang Perkara Korupsi Seleksi Perdes. Tiga Peserta Yang Setor Uang Tapi Gagal Juga Jadi Saksi

“Ya bisa saja (lebih berat). Tapi yang jelas unsur perbuatannya terbukti. Hanya bedanya, majelis memandang yang terbukti pasal 2, kalau kami di pasal 3,” terang Agung.

Vonis itu mengemuka dalam sidang lanjutan yang digelar secara daring atau virtual, Senin (21/9/2020) sore tadi. Agung mengatakan sidang lanjutan kasus dugaan korupsi RSUD Sragen itu digelar secara daring atau virtual.

Sidang digelar secara online menyusul kondisi pandemi covid-19 yang masih berlangsung saat ini. Sidang digelar untuk tiga terdakwa sekaligus.

Mereka masing-masing eks Dirut berinisial DS, PPK proyek berinisial NS dan pengusaha asal Solo atau pihak ketiga, Rahadian Wahyu.

Ketiganya mengikuti sidang dari Lapas Sragen didampingi penasehat hukum masing-masing. Sedang jaksa penuntut mengikuti sidang dari ruangan di Kejari Sragen.

Dalam putusanya, Ketua Majelis Hakim, Casmaya menjatuhkan vonis 6 tahun penjara, denda Rp 400 juta subsider 3 bulan kepada ketiga terdakwa.

Majelis hakim memandang ketiganya terbukti melanggar pasal 2 UU Tipikor.

Baca Juga :  Waspadai Duo China, Nova Widianto Targetkan Ganda Campuran Praveen/Melati Minimal Sumbang Medali di Olimpiade Tokyo

“Sudah divonis tadi sore. Ketiga terdakwa semua divonis sama yakni 6  tahun penjara. Sidang sudah digelar secara daring,” papar Agung, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , seusai sidang Senin (21/8/2020) petang tadi.

Sebelumnya, Agung menyampaikan tuntutan 1,5 tahun itu disusun atas beberapa pertimbangan. Salah satunya bahwa uang kerugian negara Rp 2,016 miliar yang muncul dalam kasus itu sudah dikembalikan ketika kasus masih dalam proses.

Seperti diketahui, kasus korupsi ini menyeret tiga tersangka. Mereka masing-masing eks Dirut berinisial DS, pejabat pembuat komitmen berinisial NY dan pihak ketiga atau rekanan penyedia barang asal Solo, Rahadian Wahyu.

Ketiganya saat ini ditahan di Lapas Kelas II A Sragen. Dari ketiga terdakwa, RW sudah menyerahkan barang bukti uang hasil korupsi sebesar Rp 2,016 miliar sesaat usai ditahan.

Mereka bakal dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 KUHP UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Wardoyo