JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Dua Pedagang Positif Covid-19, Pedagang dan Pengunjung Pasar Sunggingan Boyolali Jalani Tes Usap

Ilustrasi pemeriksaan virus corona atau covid-19. Foto: Pixabay
Ilustrasi pemeriksaan virus corona atau covid-19. Foto: Pixabay

BOYOLALI,JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah bergerak cepat menyikapi adanya dua pedagang di Pasar Hewan Sunggingan yang positif terkena Covid-19. Dinkes melakukan screening massal dengan tes usap terhadap para pedagang ternak dan pengunjung di pasar tersebut pada Selasa (8/9/2020).

Seperti diungkapkan Kepala Dinkes Boyolali, dr. Ratri S. Survivalina, untuk menyelenggarakan tes usap tersebut, Dinkes bekerja sama dengan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (B2TKLP2) Yogyakarta. “Kami melaksanakan screening massal ini, karena ada dua pedagang sapi yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pasar Hewan Sunggingan,” kata Ratri S Survivalina.

Tim Dinkes bersama B2TKLP2 selain melakukan tes usap para pedagang dan pengunjung, juga memberikan penyuluhan kesehatan di Pasar Hewan Sunggingan. “Nanti hasil dari screening tersebut menjadi dasarnya untuk menentukan tracing selanjutnya tentang kontak erat dengan pedagang pasar hewan yang terkonfirmasi positif Covid-19,” ungkapnya.

Dua pedagang sapi yang terkonfirmasi positif tersebut berasal dari Kecamatan Mojosongo dan Musuk, dan masing-masing sudah membuat klaster sendiri. “Warga dari Mojosongo sudah ada tujuh orang yang kontak erat dan semuanya dinyatakan positif, serta di Musuk berkembang sudah ada lebih dari 10 orang kontak erat yang positif. Tes usap di pasar hewan ini, ditargetkan minimal untuk 100 orang, sedangkan Dinkes telah menyiapkan untuk 200 orang,” kata Ratri.

Baca Juga :  Pasar Cepogo Boyolali Terbakar Hebat, 11 Mobil Damkar dari Solo Raya Salatiga dan Semarang Berhasil Jinakkan Api dalam 4 Jam

Selain itu, Dinkes Boyolali juga akan melaksanakan tes usap di Pasar Hewan Ampel Boyolali, pada Jumat (11/9). Pelaksanaan tes usap akan dilakukan untuk 100 orang baik pedagang maupun pengunjung pasar.

Dia menambahkan, data perkembangan Covid-19 di Boyolali, hingga Selasa, bertambah sebanyak 23 kasus, sehingga secara akumulatif totalnya sebanyak 626 kasus. Tambahan terkonfirmasi positif ini, tersebar di Boyolali, kebanyakan tertular kontak erat dengan kasus teridentifikasi positif sebelumnya. “626 kasus ini, dengan rincian dirawat di rumah sakit sebanyak 129 kasus, isolasi mandiri sebanyak 201 kasus, yang dinyatakan sembuh 274 kasus, dan meninggal dunia 22 kasus,” katanya.

Baca Juga :  Pasar Cepogo Boyolali Terbakar Hebat, 11 Mobil Damkar dari Solo Raya Salatiga dan Semarang Berhasil Jinakkan Api dalam 4 Jam

Kepala UPT Pasar Hewan Sunggingan Boyolali Suroso mengatakan jumlah pedagang dan pengunjung di Pasar Hewan Sunggingan Boyolal, rata-rata sekitar 500 orang per hari. Para pedagang dan pengunjung di Pasar Hewan Sunggingan Boyolali sudah dilakukan penerapan protokol kesehatan sejak pandemi Covid-19, antara lain sudah menyediakan tempat cuci tangan di beberapa titik sudut pintu masuk pasar.

Selain itu, setiap pedagang dan pengunjung diwajibkan memakai masker ketika hendak masuk pasar hewan. Jika ada pedagang atau pengunjung yang ketahuan tidak mengenakan masker diingatkan untuk mencari masker terlebih dahulu.

Bahkan, setiap pedagang dan pengunjung di Pasar Hewan Sunggingan Boyolali harus diukur suhu tubuhnya dengan thermogun. Jika ada pengunjung atau pedagang yang suhu badannya lebih dari 37 derajat celsius tidak boleh masuk pasar. “Perdagangan hewan sapi di Pasar Hewan Sunggingan Boyolali sekarang sudah normal, di masa adaptasi kebiasaan baru, dan rata-rata ternak sapi yang masuk pasar sekitar 800 ekor per hari.(ASA)