JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Epidemiolog: Perpanjangan PSBB di DKI Tak Akan Berhasil Signifikan, Ini Sebabnya

Ilustrasi kenaikan covid-19. pixabay
madu borneo
madu borneo
madu borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Perpanjangan PSBB yang ⁵ oleh Pemprov DKI Jakarta dinilai tidak akan berdampak signifikan dalam menekan penyebaran virus Covid-19.

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman mengingatkan, pandemi Covid-19 tak akan selesai jika pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) Ketat hanya diterapkan di Jakarta.

Menurut dia, daerah penyangga, yaitu Bodetabek dan sekitarnya juga harus memperketat pembatasan.

“Kalau itu tidak dilakukan, percaya deh ini tidak akan selesai-selesai. Begini aja terus,” kata dia saat dihubungi, Senin (28/9/2020).

Dicky mengatakan, daerah penyangga menjadi bagian tak terpisahkan dari Ibu Kota. Tidak sedikit warga yang berdomisili di Bekasi misalnya, bekerja di Jakarta. Atau sebaliknya, warga Jakarta mencari hiburan atau kongkow ke Bogor, Tangerang, Bekasi.

Baca Juga :  Jokowi – Ma’ruf Amin Jalan Setahun, Komnas HAM: Penanganan HAM Masih Stagnan

“Saya lihat yang penyangganya belum ikut-ikut (perketat PSBB) juga. Jadi akan less effective-lah,” ujar epidemiolog ini.

Dia kemudian menyinggung PSBB transisi Jakarta yang berimbas memperluas penyebaran Covid-19. PSBB transisi, Dicky menilai, tidak efektif menekan penularan virus corona. Buktinya, lanjut dia, angka kematian pasien Covid-19 terus bertambah, bahkan trennya meningkat.

“Itulah sebabnya saya selalu menekankan kita tidak boleh cuma Jakarta, karena kalau bicara Jakarta, sebenarnya tidak bisa dipisahkan dengan daerah penyangga sekitarnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Terjadi Lagi, Pasal yang Hilang dan Jumlah Halaman yang Bertambah dalam Naskah UU Cipta Kerja. Ini Jawaban Istana

Sepanjang September ini kasus harian Covid-19 Jakarta lebih dari seribu orang per hari. Baru hari ini bertambah 807 orang. Selama pelonggaran PSBB Jakarta sejak 5 Juni 2020, pasien positif Covid-19 melonjak.

Lonjakan dan kemunculan klaster baru pun dialami Bodetabek sekitar Agustus 2020. Dari data yang dihimpun Tempo menunjukkan, tak sedikit warga Bodetabek yang terinfeksi corona dari klaster perkantoran Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantas memutuskan PSBB Ketat mulai 14 September selama dua pekan dan diperpanjang hingga 11 Oktober 2020.

www.tempo.co