JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Gagal Usung Sukiman-Iriyanto, Gerindra Sampaikan Minta Maaf untuk Warga Sragen. DPD Apresiasi Perjuangan Sukiman-Iriyanto, Ini 3 Poin Penting Yang Disampaikan!

Sriyanto Saputro. Foto/Wardoyo
Sriyanto Saputro. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski perpanjangan pendaftaran bakal pasangan calon (paslon) ke KPU masih ditutup pukul 24.00 WIB, DPD Gerindra Jawa Tengah mengisyaratkan sudah pasrah karena gagal mengusung paslon Sukiman-Iriyanto untuk mendaftar ke KPU.

Kegagalan meraih rekomendasi partai untuk koalisi, membuyarkan harapan Gerindra dan pasangan Sukiman-Iriyanto, untuk bisa maju melawan petahana, Yuni-Suroto.

Sekretaris DPD Gerindra Jawa Tengah, Sriyanto Saputro pun menyampaikan tiga hal penting atas apa yang terjadi dalam dinamika politik menjelang Pilkada Sragen 2020 ini.

“Kecewa, tentu sangat kecewa karena kami tidak bisa mengusung calon ke Pilkada Sragen. Tapi bagaimana lagi, fakta memang seperti itu,” papar Sriyanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (13/9/2020) malam.

Baca Juga :  Alamat Bakal Paslon Yuni-Suroto Sempat Salah Tulis, Begitu Diserahkan Langsung Diperbaiki. KPU Sragen Nyatakan Semua Sudah Memenuhi Syarat, Tinggal Tunggu Penetapan!

Sriyanto kemudian menegaskan ada tiga pernyataan resminya terkait dinamika politik dan Pilkada Sragen.

Pertama, mewakili Gerindra pihaknya memohon maaf kepada sebagian masyarakat Sragen yang sebenarnya menginginkan ada rivalitas dalam kontestasi Pilkada 2020 ini.

Kemudian kedua, mengapresiasi Sukiman-Iriyanto yang sudah berjuang untuk maju berkontestasi meski fakta akhirnya gagal memenuhi target meraih rekom partai untuk mitra koalisi.

Menurutnya fakta politik itu harusnya menjadi pembelajaran politik bagi keduanya. Bahwa dalam politik memang tidak boleh baperan.

Baca Juga :  Gagal Maju Pilkada Sragen, Sukiman-Iriyanto Disebut Jadi Korban Kapitalidasi Proses Rekom Parpol. Rekom Butuh Bermiliar-Miliar, Rus Utaryono Sesalkan Parpol Tunduk Pada Oligarkhi Oportunistik

“Ya inilah politik dan dinamikanya. Dan politik itu nggak boleh baperan. Tapi apapun kami tetap mengapresiasi Pak Sukiman-Iriyanto yang sudah berusaha. Mudah-mudahan ini sebagai pembalajaran politik,” tukasnya.

Ketiga, untuk sikap politik selanjutnya, pihaknya secara kelembagaan tetap akan menunggu kebijakan dari DPP.

“Karena tidak mendaftar, tentu kami akan mengambil sikap politik. Karena tidak mengusung, opsinya tinggal dua. Apakah mendukung yang sudah ada ataukah abstain,” terangnya.

Meski tidak mendaftar, pihaknya tetap meminta DPC fokus pada pengembangan partai karena masih banyak persoalan partai yang harus dikembangkan. Wardoyo