JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Hampir 8 Bulan Tak Ada Kabar, ICW: KPK Tertutup Soal Perburuan Harun Masiku

Harun Masiku / facebook.com / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah kasus buron Harun Masiku sempat ramai sekitar delapan bulan lalu, kini kasus itu malah seakan lenyap tak ada kabarnya.

Lantaran itulah, Indonesia Corruption Watch (ICW) mengkritik kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perburuan buron kasus suap Harun Masiku. Menurut ICW, KPK tertutup mengenai perkembangan pengejaran tersebut.

“Sepengetahuan saya, informasi sudah tidak pernah disampaikan kepada publik mengenai perkembangan pencarian Harun Masiku,” kata peneliti ICW Wana Alamsyah dalam diskusi daring bertema “Tren Penindakan Kasus Korupsi Semester I 2020”, Selasa (29/9/2020).

Wana menuturkan publik tidak boleh lupa bahwa pengejaran Harun Masiku masih menjadi pekerjaan rumah bagi KPK.

Baca Juga :  Tak Hanya Kritik Pemuda yang Suka Demo, Megawati Juga Minta Jokowi Tak Manjakan Generasi Milenial

Dia menilai informasi yang dimiliki Harun penting untuk proses penyidikan kasus suap terkait pergantian antar-waktu anggota DPR.

“Ini menjadi catatan, kami menolak lupa,” ujar dia.

KPK menetapkan Harun Masiku, selaku calon legislatif dari PDIP, sebagai tersangka penyuap anggota Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan.

Harun, bersama kader PDIP, Saiful Bahri, diduga menyuap Wahyu untuk memuluskan jalannya menjadi anggota DPR lewat jalur PAW.

Wahyu dan Saiful telah dihukum bersalah dalam kasus itu. Namun, Harun masih buron hingga sekarang.

Baca Juga :  Kepesertaan 373.745 Penerima Kartu Prakerja Dicabut, Akhir Bulan Ini Batas Akhir Pembelian Pelatihan untuk Gelombang 10

Operasi tangkap tangan terhadap Harun memunculkan berbagai polemik, mulai dari dugaan penyekapan penyidik KPK di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, hingga pemulangan mendadak jaksa dan penyidik yang menangani kasus itu.

Tim yang sejak awal terlibat dalam operasi senyap itu belakangan juga diketahui diganti oleh tim baru.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango pernah mengatakan akan mengevaluasi kinerja tim pemburu Harun pada Agustus lalu.

Evalusi akan dilakukan dengan cara menambah personel atau menyertakan tim pendamping.

www.tempo.co