JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Magelang

Kecanduan Film Dewasa Jepang Dua Pemuda Kebumen Nekat Setubuhi Gadis Bawah Umur

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan,saat menunjukan barang bukti dan pelaku pencabulan terhadap gadis di bawah umur di Mapolres Kebumen, kemarin. Istimewa

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kecanduan menonton film dewasa bisa berujung sebuah siksaan. Seperti yang dialami dua warga di Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen. Akibat kecanduan menonton film dewasa ala Jepang, dua pemuda itu nekat menyetubuhi seorang perempuan yang masih bawah umur sebut saja Bunga yang masih berusia 15 tahun yang tidak lain merupakan teman pelaku.

Akibat melakukan aksi bejatnya, kini kedua terduga pelaku pencabulan NA dan JA harus menikmati dinginnya sel tahanan Mapolres Kebumen. Kini keduanya juga tengah menjalani pemeriksaan intensif petugas kepolisian.

Data yang berhasil dihimpun, Bunga digilir oleh dua temannya di rumah orang tua tersangka NA pada hari Sabtu (12/9/2020) sekitar pukul 18.00 Wib saat keadaan rumah sepi.

Baca Juga :  Pengurus NU Kecamatan Temanggung Resmi Dikukuhkan dan Dilantik

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, saat dikonfirmasi wartawan menyatakan korban adalah teman baru tersangka, yang dikenalnya dari seorang teman.

“Awalnya korban diajak bermain ke rumah salah satu tersangka. Selanjutnya korban dipaksa masuk ke kamar,” jelas AKBP Rudy, Jumat (18/9/2020).

Lebih detail, AKBP Rudy menjelaskan, aksi persetubuhan itu terbongkar setelah orang tua curiga, putrinya tidak kunjung pulang saat berpamitan nonton kesenian Ebeg.

“Saat sampai di rumah, anaknya bercerita telah dilecehkan oleh para tersangka. Selanjutnya orang tua korban melaporkan ke Polres Kebumen,” ujar dia.

“Dari laporan itu, pada hari Rabu (16/9/2020) sekitar pukul 15.00 Wib, tersangka berhasil ditangkap di Jembatan Pejengkolan Kecamatan Poncowarno,” sambung AKBP Rudy.

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan P 81 UU RI No. 17 Th 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No. 1 Th 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23 Th 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang, diancam hukuman paling singkat 5 tahun maksimal 15 tahun penjara,” imbuh dia.

Baca Juga :  Libur Panjang, Pencegahan Klaster Covid-19 Baru Jadi Perhatian Pemkab Magelang

Maraknya kasus persetubuhan di bawah umur di Kabupaten Kebumen, AKBP Rudy berpesan kepada seluruh masyarakat untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya. Sementara itu, menurut pengakuan tersangka NA, ia tertarik dengan korban karena tidak bisa menahan hasratnya akibat sering menonton film dewasa.

“Iya Pak, saya sering nonton film dewasa. Saya sering nonton film dewasa Jepang,” ungkap tersangka NA sambil mengangguk mengiyakan. Kahlil | Satria Utama