JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Klaster Manahan Muncul Jadi Klaster Baru Covid-19 di Solo, Kini Total 394 Kasus

Ilustrasi vaksin Covid-19. Pixabay

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebanyak 13 pasien positif covid-19 baru muncul dari klaster baru, Klaster Manahan. Hal itu berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo per Senin (31/8/2020).

Tercatat sebanyak 18 orang menjadi pasien baru covid-19, diantaranya 13 dari klaster Manahan tersebut. Ketua Pelaksana Harian Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19, Ahyani mengatakan, dengan bertambahnya 18 pasien baru tersebut maka jumlah akumulatif pasien positif covid-19 menjadi 394 orang.

“Nambah lagi 18 orang yang positif. Mayoritas (domisili) dari (Kelurahan) Manahan. Mereka merupakan kontak erat dan dekat pasien Covid-19 yang dilaporkan meninggal Jumat (28/8/2020) lalu,” ujarnya.

Baca Juga :  Sepekan Petugas Gabungan Jaring 283 Pelanggar Protokol Kesehatan di Solo, Tidak Ada yang Melanggar Lebih Sekali

Ahyani mengatakan, ke 13 orang tersebut berasal dari satu lingkungan sama dan telah menjalani tes swab Kamis (27/8/2020) lalu. Mereka dinyatakan positif dari hasil tes swab yang telah keluar.

“Kita lanjutkan tracing pasien positif tersebut. Seluruh kontak erat dan dekat kita tracing,” tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, lima orang tambahan pasien positif Covid-19 lainnya diketahui dari hasil swab mandiri satu orang, satu pasien yang dirawat di Rumah Sakit Dr Moewardi (RSDM) Solo dan tiga orang lainnya merupakan hasil tracing kontak erat dan dekat kasus pasien positif Covid-19 sebelumnya.

Baca Juga :  Nekat Demo di Tengah Pandemi, Saat Diminta Membubarkan Diri Oleh Polisi Puluhan Mahasiswa di Solo Malah Niat Melawan, Ada yang Bawa Cutter dan Palu

“Dari hasil tracing pasien sebelumnya, suami dan keponakan pasien positif, sedangkan satunya tukang pijetnya dari pasien positif Covid-19 lainnya,” terangnya.

Dengan adanya penambahan 18 kasus baru, maka kumulatif positif Covid-19 menjadi 394 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 326 orang sembuh, 30 orang isolasi mandiri, 21 rawat inap dan 17 meninggal dunia. Sedangkan kumulatif pasien suspek Sebanyak1.100, dengan rincian 11 rawat inap, dua orang isolasi mandiri, 1.037 sembuh, dan 50 sisanya meninggal dunia. Prihatsari