JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Kunjungan Wisatawan ke DIY Diprediksi Menurun Imbas dari PSBB Total di DKI Jakarta

Andong melintasi Jalan Malioboro, Selasa (11/6/2020). Uji coba pedestrian Malioboro nantinya akan memprioritaskan moda tradisional becak kayuh dan andong / tribunnews

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Yogyakarta maupun Provinsi DIY diperkirakan bakal menurun sebagai imbas dari penerapan kebijakan PSBB total di DKI Jakarta mulai Senin (14/9/2020).

“Kemungkinan akan terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Yogya,” ujar Ketua Dewan pengurus daerah (DPD) gabungan industri pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardyanto Setyo Aji, Sabtu (12/9/2020).

Diakui, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Berdasarkan data Dinas Pariwisata DIY dari aplikasi visitingjogja mencatatkan mulai Sabtu (11/07/2020) hingga pada Jumat (11/09/2020) sebanyak 22.397 orang jumlah kunjungan wisatawan dari Jakarta.

Baca Juga :  Pelanggar Protokol Kesehatan di Yogyakarta Bisa Pilih Sendiri Hukumannya, Mulai dari Push-up, Menyapu Jalan, hingga Denda

Jumlah ini menjadi terbanyak keempat dari jumlah kunjungan ke DIY berdasarkan asal daerah atau provinsi.

Sedangkan, jumlah kunjungan wisata terbanyak ke DIY dengan periode yang sama masih didominasi oleh wisatawan lokal asli DIY sebesar 278.868 orang.

Disusul Jawa Tengah sebanyak 227.728 orang, kemudian, Jawa Timur dan Jawa Barat berturut-turut 42.084 orang dan 22.667 orang.

Bobby mengatakan, kemungkinan adanya PSBB di Jakarta akan berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke DIY.

“Kalau dampaknya pasti ada. Ini masih kami pantau perkembangannya pada minggu pertama. Untuk berapa besar pengaruhnya belum bisa diidentifikasi ,” jelasnya kepada Tribunjogja.com, Jumat (11/9/2020).

Baca Juga :  Pemkot Yogya Gencarkan Pemutusan Penularan Covid-19, Ini Yang Dilakukan    

Ia menambahkan, dalam masa pelonggaran aktivitas jumlah kunjungan wisatawan mayoritas kunjungan keluarga.

Sehingga, untuk kunjungan dalam skala besar peningkatannya belum signifikan.

Selain itu, kendala yang ditemui saat masa aktivitas baru ialah mengedukasi para wisatawan dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Saat ini, pihak kami dan para stake holder wisata di DIY tetap memfokuskan pada penerapan protokol kesehatan. Meskipun, kemungkinan akan ada penurunan pengunjung pada masa PSSB di Ibu kota,” ujarnya.

Meski telah dibatasi pengunjung yang masuk setiap harinya, Pasar Beringharjo, Yogyakarta tak mampu penuhi jumlah kunjungan yang ditentukan.

www.tribunnews.com