JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Lagi Miskin Anggaran, Nasib Pembangunan Gedung Teater Karanganyar Sebesar Rp 7 Miliar Terpaksa Harus Dipending Dulu

Rohadi Widodo. Foto/Istimewa
Rohadi Widodo. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Harapan seniman di Kabupaten Karanganyar  untuk memiliki Gedung Teater  tampaknya harus kembali ditahan.

Pasalnya Gedung Teater senilai Rp 7 Miliar yang akan dibangun di area komplek Gedung Wanita Karanganyar itu pupus sudah. Rncana pembangunan Gedung Teater itu terpaksa dipending karena minimnya anggaran pemerintah.

Wakil Ketua DPRD Karanganyar, Rohadi Widodo mengatakan pada pembahasan anggaran oleh Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran eksekutif Senin (14/09/2020) disepakati adanya sejumlah pembangunan fisik yang dipangkas dan dipending karena minimnya kemampuan anggaran pemerintah.

“Memang benar khusus pada pembahasan perubahan APBD 2020 terjadi sejumlah proyek fisik yang dipangkas dan dipending menyesuaikan kemampuan keuangan yang tersedia,” paparnya.

Salah satu anggaran yang dipangkas lanjut Rohadi adalah Masjid  Raya Karanganyar yang pada anggaran sebelumnya dianggarkan Rp 98 miliar. Namun pada Perubahan APBD 2020 dipangkas Rp 48 miliar sehingga hanya dialokasikan Rp 40 miliar saja.

Baca Juga :  Mengaku Sempat Tersiksa, Keluarga Ketua RT di Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Akhirnya Bisa Bernafas Lega Usai Hasil Tes Swab Negatif. Langsung Siapkan Syukuran Setelah Operasi Patah Tulang Selesai

Begitu pula nasib anggaran Gedung Teater yang semula sudah dianggarkan sebesar Rp 7 miliar. Namun pada pembahasan Perubahan APBD 2020 Senin lalu disepakati dipending alias belum jadi dibangun karena anggaran disesuaikan untuk kebutuhan belanja langsung lainnya yang lebih prioritas.

“Karena berbagai pertimbangan kemampuan kondisi keuangan yang ada maka pembangunan Gedung Teater sebesar Rp 7 miliar untuk APBD 2020 dipending,” ujarnya.

Rohadi menjelaskan alotnya pembahasan di Badan Anggaran itu karena didasari minimnya anggaran alokasi belanja langsung sebagai dampak atas berkurangnya dana dari pemerintah pusat ke APBD Karanganyar sebesar Rp102 miliar karena faktor pandemi Covid 19.

Baca Juga :  Buntut Satu Pasien Positif Covid-19, 49 Orang Termasuk 10 Tenaga Kesehatan Puskesmas Ngargoyoso Karanganyar Terpaksa Jalani Swab Tes Massal

Menurutnya dana transfer dari pemerintah berkurang baik itu berupa Dana Alokasi Umum DAU atau Dana Alokasi Khusus DAK berkurang.

Hal itu berdampak terhadap APBD maka pada pembahasan Perubahan APBD 2020 dilakukan penyesuaian kemampuan.

Rohadi juga tidak berani memastikan kapan pembangunan Gedung Teater itu bisa dianggarkan kembali pada APBD 2021 mendatang?

“Yang pasti untuk APBD 2020 melalui pembahasan Perubahan Anggaran APBD 2020 dipending. Lha selanjutnya kewenanangan eksekutif apakah pada APBD 2021 dianggarkan kembali atau tidak,” tukasnya.

Perlu diketahui masyarakat seni Karanganyar sudah berharap memiliki Gedung Teater sebagai fasilitas berlatih. Sekaligus Gedung Teater juga bisa untuk arena pertunjukkan, namun untuk sementara harapan itu kandas pada Tahun 2020. Beni Indra