JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Libur Panjang Sebabkan Lonjakan Kasus Positif Corona Dalam Sepekan Terakhir

Dewi Nur Aisyah, anggota Tim Pakar Satgas Nasional di Media Center, Graha BNPB, Jakarta, Rabu (29/7/2020). Tribunnews/BNPB

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan hingga 32,9 persen dalam sepekan terakhir.

Anggota Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyebutkan hal tersebut disebabkan oleh efek libur panjang di Indonesia.

“Kita juga melihat ada efek libur panjang juga kepada kenaikan jumlah kasus yang ada. Terutama di Pulau Jawa tadi karena kita melihat cukup tinggi naiknya,” ujar Dewi di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (2/9/2020).

Pada sepekan terakhir, Pulau Jawa menjadi wilayah yang mengalami lonjakan kasus positif corona paling tinggi di Indonesia.

Baca Juga :  Indonesia Terlibat dalam Pengembangan 9 Calon Vaksin Covid-19, Ada yang Buatan Dalam Negeri hingga Kerja Sama dengan Negara Lain. Ini Daftar Lengkapnya

Empat provinsi di Pulau Jawa mengalami lonjakan yang paling tinggi. Dewi mengatakan hal ini disebabkan oleh tingginya mobilitas di Pulau Jawa.

Mobilitas ini terjadi karena liburan panjang.

“Mobilitas di Pulau Jawa kan juga cukup sangat tinggi sekali terutama liburan kemarin, liburan panjang. Kita akan melihat adanya mobilitas penduduk pasti akan meningkatkan resiko penularan,” tutur Dewi.

Pada level kabupaten kota, kasus tertinggi berasal dari kota Surabaya, diikuti dengan Jakarta Pusat dan kota Semarang.

Seperti diketahui, kasus positif corona di Indonesia mengalami kenaikan mencapai 32,9 persen dalam sepekan.

Baca Juga :  Duh, Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Akmal Taher Mendadak Menyatakan Mundur. Pertanda Apa?

Pada tiga pekan sebelumnya, peningkatan kasus positif corona di Indonesia masih cukup stabil.

Namun terjadi peningkatan yang cukup tinggi pada sepekan terakhir.

Jawa Barat mengalami lonjakan paling tinggi hingga 137,8 persen. Lalu Jawa Tengah alami kenaikan hingga 56,4 persen, disusul DKI Jakarta sebesar 36,9 persen, dan Jawa Timur naik 20,8 persen.

Provinsi di luar Pulau Jawa yang alami kenaikan cukup tinggi adalah Kalimantan Timur, yakni dengan lonjakan hingga 39,2 persen.

www.tribunnews.com