JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Museum Ranggawarsita, Sumber Pengetahuan Sekaligus Wahana Hiburan di Jawa Tengah

lupita / joglosemarnews

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Berwisata sambil belajar, itulah yang diperoleh dalam kunjungan ke sebuah museum. Museum memang identik dengan tempat yang sepi, namun sejatinya riuh dengan nilai sejarah dan pengetahuan.

Tak heran, jika seseorang berwisata ke museum, selain mencari hibutan, orang juga bisa belajar tentang segala hal, sesuai dengan isi museum tersebut.

Sayang, sekarang ini minat masyarakat untuk pergi ke museum terbilang rendah. Padahal kalau dihitung, Indonesia ini cukup kaya dengan museum.

Menurut data Asosiasi Museum Indonesia tahun 2016, ada sebanyak 428 museum yang tersebar di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 museum tersebar di wilayah Jawa Tengah.

Museum Ranggawarsita adalah salah satu museum yang cukup terkenal di Jawa Tengah. Museum ini mulai dirintis sejak tahun 1975, mulai dibangun sekitar tahun 1976.

Setelah itu, pembangunan museum dilakukan secara bertahap, dan akhirnya pada tanggal 5 juli 1989 museum itu diresmikan.

Baca Juga :  Penasaran dengan Festival Kota Lama Semarang, Ini Informasi Detailnya

Museum Ranggawarsita diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat itu, yakni Drs Fuad Hassan.

Nama Museum Ranggawarsita diambil dari nama tokoh sastra yang berasal dari Surakarta, yaitu Raden Ngabehi Rangga Warsita yang dianggap sebagai pujangga besar terakhir di tanah jawa.

Museum itu termasuk kategori museum umum Jawa Tengah. Koleksi di museum ini sangat banyak dan beragam.

“Kita memiliki koleksi sebanyak 59.810, atau hampir 60.000 koleksi,” ujar Agung Nugroho, salah satu karyawan Museum Ranggawarsita kepada Joglosemarnews.

Petugas di museum Ranggawarsita / lupita – Joglosemarnews

Koleksi tersebut terdiri dari sejarah, budaya, kesenian, batuan, rumah adat dan masih banyak lagi. Semua koleksi tersebut berasal dari Jawa Tengah. Museum Ranggawarsita memiliki keluasan 1,8 hektare.

Museum Ranggawarsita dibagi menjadi beberapa ruang, yaitu ruang pameran, gedung pertemuan, gedung kesenian, penginapan dan bagian perkantoran.

Baca Juga :  DPRD Kudus Pacu Realisasi Pembangunan Sekolah Unggulan di Masing-masing Kecamatan

Meskipun dominan 99,99 persen pada koleksi barang museum khas Jawa Tengah, namun ada juga koleksi dari luar Jateng, salah satunya alat musik angklung.

Selain koleksi tersebut, ada yang menjadi masterpiece dari museum Ranggawarsita Semarang, yakni Koleksi emas dari zaman kerajaan Kediri hingga kerajaan Majapahit.

Selain emas, juga disimpan fosil gading gajah purba dengan ukuran besar sekitar enam meter yang ditemukan di Kudus.

Sebelum pandemi covid-19, museum Ranggawarsita ini tiap harinya bisa dikunjungi wisatawan kira-kira sebanyak 1000-1500.

Namun, semenjak adanya pandemi ini, museum ini tutup dari bulan Februari hingga sekarang. Untuk menyiasati hal tersebut, pihak museum membuat opsi kegiatan lain, seperti virtual museum dan lomba fotografi dan vlog, yang akan di launching minggu ini. najmi yafi