JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Puluhan Pegawai dan Nakes RSUD Sragen Positif Diterjang Covid-19, Dirut Tegaskan Tak Mungkin Rumah Sakit Ditutup. Semua Diisolasi di 2 Ruangan, Pelayanan Masih Tetap Jalan!

RSUD Sragen. Foto/Wardoyo
RSUD Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Manajemen RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen memastikan tidak akan menutup layanan di rumah sakit kendati ada 40 tenaga medis yang terpapar covid-19, Sabtu (5/9/2020).

Sebaliknya, manajemen menegaskan pelayanan tetap jalan meski harus dilakukan penataan terhadap SDM yang dimiliki. Hal itu disampaikan Direktur Utama RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (5/9/2020).

“Jadi memang ada 39 pegawai kami yang positif covid-19. Ada 5 nakes dan sisanya pegawai ya mulai dari tenaga di ambulans dan lain-lain. Tapi kami pastikan pelayanan tetap jalan,” paparnya.

Didik menguraikan tidak mungkin pelayanan rumah sakit ditutup total. Apalagi status RSUD Sragen adalah rumah sakit milik pemerintah dan bertipe B.

Sehingga apapun yang terjadi, pelayanan tetap harus dibuka sekalipun pada titik seminimal mungkin. Menurutnya, hal itu juga sudah dikonsultasikan dengan pihak RSUD Moewardi Solo tadi malam yang juga pernah mengalami kondisi serupa.

“Tadi pagi kita rapatkan lagi. Jadi kami pastikan pelayanan tetap jalan,” terangnya.

Didik Haryanto, Dirut RSUD Sragen. Foto/Wardoyo

Didik menguraikan mereka yang terpapar covid-19 itu saat ini sudah dirawat dan diisolasi di ruang Wijaya dan Teratai.

Baca Juga :  Terbongkar Surat Bebas Covid-19 Ternyata Hasil Rekayasa dari RSUD. Ketahuan dari Tenaga Administrasi Positif dan Nekat Kabur, Satpam dan Perawat Langsung Dipecat!

Soal kelangsungan pelayanan secara umum, ia memastikan tidak ada masalah lantaran jumlah pegawai dan karyawan masih cukup banyak.

“Kita total ada sekitar 700an pegawai dan nakes. Jadi kalau kemarin ada 39 yang positif ditambah 15 yang masih isolasi, jadi yang masih bisa pelayanan masih banyak lah,” tukasnya.

Terkait ruangan atau bangsal yang kemungkinan ditutup, Didik menyebut belum ada. Perihal kemungkinan sumber penularan dari mana, ia mengaku belum bisa memastikan dan masih harus didalami.

“Para pegawai dan nakes itu kan bekerja hanya 8 jam di rumah sakit. Selebihnya mereka ada di luar. Dan kita tahu sendiri virus ini kan ada di mana-mana. Tapi yang jelas kami belum bisa mendeteksi mereka tertular dari mana,” tukasnya.

Dari data yang dilansir gugus tugas, hari ini ada penambahan 40 kasus baru yang semuanya berasal dari nakes RSUD Sragen.

Dari sebarannya, Kecamatan Karangmalang paling banyak dengan 12 orang, disusul Sragen Kota dengan 9 orang. Sisanya tersebar di Tanon, Masaran, Plupuh, Kedawung, Ngrampal.

“Iya, hari ini kami dapat laporan ada 40 nakes di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen yang positif,” papar Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (5/9/2020).

Baca Juga :  Divonis 4 Kali Lebih Berat, 3 Terdakwa Korupsi Rp 2 Miliar Proyek RSUD Sragen Kompak Langsung Nyatakan Banding. Jaksa Juga Pikir-pikir

Bupati mengatakan ledakan kasus covid-19 di kalangan nakes RSUD itu memang cukup mengejutkan. Namun ia menyampaikan lonjakan kasus cukup signifikan itu juga imbas dari tes swab yang hampir tiap hari dilakukan terhadap pegawai dan nakes di rumah sakit milik Pemkab Sragen itu.

Ia menyebut ada 400 orang pegawai dan nakes di sana. Dengan tiap hari ada sekitar 100 orang yang diswab, otomatis risikonya akan ada yang positif.

“Karena jumlah pegawai di sana 400an. Kalau anda dites kan risikonya pasti ada yang positif. Kalau perhari saja ada 100 orang diswab secara bertahap, hitung saja sendiri pasti akan bertambah terus dan terus. Dan itu belum akan berhenti karena belum semua dites,” terangnya.

Bupati menyampaikan lonjakan kasus covid-19 di Sragen saat ini juga tak lepas dari rajinnya kegiatan swab test yang dilakukan. Hal itu sesuai instruksi presiden agar dilakukan swab test perhari. Wardoyo