JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Rp 300 Juta Dialokasikan untuk Penanganan Bencana Karanganyar, BPBD Pasang 6 Rambu Peringatan Bencana di Jatiyoso dan Jenawi. DPRD Ingatkan Jangan Sampai Kelabakan Soal Anggaran!

tanah longsor
Ilustrasi Longsor/ teras.id
madu borneo
madu borneo
madu borneo

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menjelang musin penghujan dan untuk mengantisipasi terjadi bencana tanah longsor, BPBD Karanganyar telah memasang sebanyak  6 Early Earning System (EWS) di enam titik di sejumlah wilayah yang rawan bencana longsor.

Wilayah rawan yang dipasang itu di antaranya di Kecamatan Jatiyoso dan Jenawi. Kepala BPBD Karanganyar, Sundoro mengatakan untuk anggaran penanganan bencana dialokasikan sebesar Rp 300 juta.

Baca Juga :  Dibayang-Bayangi Pandemi Covid-19, Jangan Kaget KUA PPAS APBD Karanganyar Tahun 2021 Diwarnai Penurunan Penerimaan Hingga Rp 138 Milyar

Jika masih kurang, Sundoro mengungkapkan dapat mengajukan melalui on call serta melalui penggunaan dana taktis.

Anggota DPRD Karanganyar, Endang Muryani mengatakan BPBD diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan lebih mengoptimalakan mitigasi bencana kepada masyarakat.

“Kita mendorong agar lebih waspada saja. Berikan pemahaman kepada masyarakat terkait antisipasi saat menghadapi jika  bencana alam terjadi,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Karanganyar, Catat Baik-Baik, Menteri Pertanian Janji Siap Penuhi Kebutuhan Pupuk Petani Karanganyar 100 %!

Disinggung mengenai anggaran penanganan bencana, politisi PDIP itu mengungkapkan, sebagai salah satu daerah yang rawan bencana, penganggaran pun juga berdasarkan fakta yang ada.

“Harus ada porsi anggaran yang lebih untuk penanganan bencana. Jangan sampai saat terjadi bencana kita kelabakan untuk penyelesaiannya,” tandasnya. Wardoyo