JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Sekolah Bidan Pertama di Indonesia Itu Berganti Menjadi Universitas ‘Aisyiyah Surakarta (UNISA)

Suasana saat launching UNISA, Sabtu (29/8/2020). Foto Dok

 

Suasana saat launching UNISA, Sabtu (29/8/2020). Foto Dok

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Persyarikatan Muhammadiyah melahirkan lagi satu universitas, kali ini adalah Universitas Aisyiyah Surakarta (UNISA). Awalnya sebelum menjadi UNISA, lembaga pendidikan ini adalah sekolah bidan. Dalam perjalanan panjang sekolah bidan sejak tahun 1966, kemudian pada Sabtu (29/8/2020) berubah menjadi Universitas Aisyiyah Surakarta.

“Terbentuknya Universitas ‘Aisyiyah Surakarta merupakan sebuah perjuangan perjalanan sangat panjang yang berawal dari perintis kami di tahun 1966 mendirikan Sekolah Bidan ‘Aisyiyah, yang merupakan sekolah bidan pertama di Indonesia. Kini sudah menjelma menjadi universitas,” ungkap Riyani Wulandari, Rektor Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Surakarta.

Launching UNISA dilakukan secara virtual dan diikuti 298 orang dengan aplikasi zoom meeting. Dihadiri pula oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Dwi Yuwono Puji Sugiharto, Pimpinan Wilayah Jawa Tengah ‘Aisyiyah, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Surakarta dan mitra lainnya.

Rektor Unisa Surakarta melanjutkan bahwa terbentuknya Universitas ‘Aisyiyah ini adalah wujud komitmen dalam mengembangkan amal usaha ‘Aisyiyah. “Di sinilah sarana kami dalam bersyiar dan berdakwah mencetak kader Muhammadiyah ‘Aisyiyah dan adalah kebanggaan karena lahirnya Universitas ‘Aisyiyah Surakarta merupakan perguruan tinggi satu-satunya yang dikelola organisasi perempuan di Kota Surakarta dan Jawa Tengah.”

Dalam upaya mengembangkan pendidikan pada level tertinggi yakni Universitas ‘Aisyiyah di Surakarta ini telah dilakukan perubahan bentuk dengan menambahkan 4 program studi yakni Prodi Sarjana Kewirausahan, Program Studi Sarjana Manajemen Ritel, Prodi Sarjana Administrasi Rumah Sakit, serta Prodi Sarjana Sience dan TI.

Baca Juga :  Wali Kota Rudy Nilai Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Efektif, Sanksi Bersihkan Sungai Dilanjutkan

Riyani menambahkan dengan adanya transformasi bentuk ini perjuangan jajaran Universitas ‘Aisyiyah belum berakhir. “Perjuangan selanjutnya agar kami dapat selalu menyesuaikan diri dan merespon secara cepat perubahan dan regulasi yang ada dalam mengantisipasi daya saing kedepannya termasuk fokus kepada akreditasi yang merupakan ruh atau nyawa perguruan tinggi yang tidak bisa kami sepelekan.”

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyampaikan bahwa berdirinya Universitas ‘Aisyiyah merupakan salah satu bentuk perjuangan ‘Aisyiyah dalam bidang pendidikan. “Kita bergerak berdakwah di bidang pendidikan ini dari tingkat Taman Kanak-Kanak, PAUD, sampai Perguruan Tinggi dan itu ada benang merahnya yang memang harus kita rawat, kita besarkan, kuatkan dan kokohkan,” ujarnya.

Aisyiyah sebagai pionir organisasi perempuan muslim di Indonesia yang sudah memasuki usia dua abad ini, menurut Noordjannah, memiliki amal usaha yang cukup besar dan tersebar sehingga menjadi tanggung jawab seluruh warga ‘Aisyiyah untuk merawat dan membesarkan terutama di masa pandemi yang sedang dihadapi oleh Indonesia saat ini.

Dengan terbentuknya Unisa Surakarta ini merupakan Universitas kedua yang dikelola oleh ‘Aisyiyah setelah sebelumnya telah berdiri Unisa Yogyakarta pada tahun 2016. Noordjannah menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan berdiri lagi Universitas ‘Aisyiyah di Bandung dan ia menyampaikan harapannya bahwa bertumbuhnya Unisa ini akan menjadi wadah kaderisadi bagi para kader ‘Aisyiyah. “Unisa harus menjadi wadah bagi para kader, bagi para perempuan muslimah untuk bisa bertebaran  dimanapun juga membawa misi rahamatan lil alamin,” kata Noordjanah.

Baca Juga :  Merasa Mendapat Perlakuan Tidak Menyenangkan, Belasan Wartawan Rame-rame Walkout dari Area Konferensi Pers Keraton Surakarta

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan lahirnya Universitas  ‘Aisyiyah Surakarta ini merupakan milik dan kebanggaan ‘Aisyiyah. Haedar juga menyebutkan lahirnya UNISA Surakarta ini merupakan buah kegigihan dari ‘Aisyiyah. “Kami mendukung dan menghargai sepenuhnya langkah-langkah Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah di mana setelah ada 2 Universitas ini kemudian mendorong dan memproses lahirnya Universitas ‘Aisyiyah Bandung dan Universitas ‘Aisyiyah lainnya,” katanya.

Haedar meminta Ketua Umum ‘Aisyiyah untuk mampu menumbuhkan lima atau enam universitas di Indonesia. “Saya bahkan sempat menantang setidaknya ada lima atau enam Universitas ‘Aisyiyah di Republik tercinta ini dan saya percaya ‘Aisyiyah sanggup karena spiritnya luar biasa bahkan kalau sudah berusaha itu nampaknya lebih gigih dari Muhammadiyah.”

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyampaikan betapa pentingnya peran seluruh akademisi termasuk civitas akademika Universitas ‘Aisyiyah Surakarta dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Jawa Tengah. “Betapa pentingnya peran civitas akademi Universitas ‘Aisyiyah semua dalam menyiapkan dan menjaga kesehatan generasi penerus bangsa. Semoga transformasi ini diawali dengan niat baik, kalau pak Haedar menyebutnya melakukan hal baik itu mudah yang susah adalah istiqomahnya dan semoga kita diberikan kekuatan dalam melakukan kebaikan. Selamat atas transformasi Universitas ‘Aisyiyah Surakarta, semoga terus menebar manfaat layaknya mentari,” katanya. (ASA)