JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sekretaris DPC Menghilang, Partai Demokrat Sragen Dicoret dari Parpol Pengusung Yuni-Suroto. Pengurus DPD Demokrat Merasa Tertampar dan Kecewa Berat Kinerja DPC

Ketua KPU Sragen, Minarso saat menyerahkan tanda terima berkas pendaftaran paslon Yuni-Suroto kepada pimpinan lima parpol pengusung. Foto/Wardoyo
Ketua DPC Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi pasrah harus mencoret Demokrat dari daftar partai pengusung, Jumat (4/9/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Proses pendaftaran bakal cabup-cawabup Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto ke KPU Sragen, Jumat (4/9/2020) diwarnai insiden.

Partai Demokrat terpaksa dicoret daftar partai pengusung Yuni-Suroto lantaran Sekretaris DPC, Muh Syaiffudin tidak hadir dalam pendaftaran. Walhasil, partai Demokrat pun terpaksa dicoret demi kelangsungan proses pendaftaran.

Ketua KPU Sragen, Minarso menyampaikan pencoretan demokrat itu adalah konsekuensi salah satu aturan di PKPU bahwa ketua dan sekretaris parpol tingkat kabupaten harus menghadiri dalam tahapan pendaftaran calon.

Sementara dari enam parpol, Demokrat hanya dihadiri Ketua DPC Budiono Rahmadi saja. Sedangkan Sekretarisnya, Muh Syaifudin tidak hadir dan dikabarkan sedang di luar kota.

“Seperti kita lihat bersama tadi, salah satu orang yaitu sekretaris Partai Demokrat Sragen secara fisik tidak bisa hadir. Surat mandat penunjukan Plt ternyata dalam kurun waktu tadi tidak bisa dipenuhi,” papar Minarso.

Dalam situasi itu, maka selebihnya KPU mengembalikan kepada pihak partai pengusul.

Apakah dinanti sampai surat mandat turun, apakah pendaftaran ditunda menunggu kehadiran sekretaris, atau menati surat mandat sampai batas waktu tertentu.

Dari berbagai opsi itu, akhirnya pimpinan gabungan parpol ternyata memilih mencoret partai demokrat secara hukum. Minarso menyampaikan demokrat dicoret dari proses oleh partai pengusul dan tidak masuk dalam partai pengusung paslon Yuni-Suroto.

Baca Juga :  Razia Malam-Malam, 13 Warga Sragen Tertangkap, 4 Orang Harus Bayar Denda Rp 50.000!

“Tadi yang mencoret langsung ketua parpol pengusul dan Ketua DPC Demokrat sendiri. Bukan KPU,” tegasnya.

Ketua DPC PDIP, Untung Wibowo Sukowati memang akhirnya memutuskan mencoret Demokrat dari partai pengusung setelah melalui rapat dengan pimpinan parpol pengusung lainnya.

Ketua KPU Sragen, Minarso saat menyerahkan tanda terima berkas pendaftaran paslon Yuni-Suroto kepada pimpinan lima parpol pengusung. Foto/Wardoyo

Salah satu pertimbangannya adalah Yuni-Suroto tetap bisa maju Pilkada tanpa koalisi dengan Partai Demokrat. Sehingga pasangan Yuni-Suroto akhirnya hanya didaftarkan oleh lima parpol pengusung yakni, PDIP, PKB, PAN, Golkar dan Nasdem.

Lantaran diputuskan Yuni-Suroto maju tanpa diusung Demokrat, Ketua DPC Demokrat Budiono Rahmadi mengurus administrasi pembatalan pengusungan. Ia bersama sejumlah anggota langsung meninggalkan KPU dengan raut muka kecewa.

Pun dengan pengurus DPD Demokrat Jateng, Joko Saptono dan Inggus Subaryoto juga meninggalkan arena KPU dengan wajah geregetan merasa malu dan tertampar dengan kinerja buruk DPC mereka.

Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Inggus Subaryoto mengatakan tercoretnya Demokrat dari partai pengusung itu merupakan tamparan keras bagi partainya.

Ia memandang hal itu sebagai sebuah kesalahan fatal dan buah dari buruknya kinerja DPC Demokrat Sragen. Yang menyakitkan lagi, sejak awal, langkah DPC Demokrat Sragen dalam merapat ke koalisi sama sekali tak pernah melibatkan atau berkoordinasi dengan DPD.

Baca Juga :  Bukan 50 % Plus 1 Dari Jumlah Warga Yang Hadir, Ternyata Ini Syarat Menang Bagi Paslon di Pilkada Tunggal atau Lawan Kotak Kosong. Simak Ketentuan Surat Suara dan Hitungan Menangnya!

“Kami kecewa, sejak awal mengawal mbak Yuni di periode dua ini malah terlempar dari partai pengusung. Padahal saat ini dari DPP Demokrat sedang giat-giatnya eksis lalu hancur begitu saja hanya karena karena sikap pimpinan DPC yang menyepelekan,” katanya.

Inggus Subaryoto. Foto/Wardoyo

Ia menyayangkan DPC Demokrat Sragen yang kurang berkonsultasi dengan jajaran kepengurusan level di atasnya. Padahal pendaftaran Pilkada adalah momen paling krusial dalam sebuah perjalanan parpol selain Pileg.

“Sebenarnya sudah kami percayakan ke DPC. Cara mengusung kepala daerah.Tak tahunya malah jadi begini. Dari DPC penjelasannya simpang siur. Katanya sekretaris bisa diwakilkan. Ternyata tidak. Kini Demokrat akan menentukan bentuk pilihan yang paling  memungkinkan untuk calon yang paling potensial memenangkan pilkada,” katanya kesal.

Dengan hanya menjadi pendukung, menurut Inggus hal itu sebuah tamparan pedih. Sebab lima kursi demokrat sangat potensial menjadi pengusung.

Insiden Demokrat itu juga sempat menyandera proses pendaftaran hingga molor hampir 4 jam. Prosesi pendaftaran baru berakhir pukul 19.00 WIB dari sejak pukul 14.00 WIB. Wardoyo