JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Semakin Marak, Kapolresta Solo Tegaskan Aksi Balap Lari Liar Dilarang

Ilustrasi lari pagi. pexels
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Ajang balap lari liar semakin marak di Kota Solo selama sepekan terakhir. Berlangsung malam hari, balapan itu mayoritas dilakukan para remaja yang memanfaatkan jalanan di beberapa titik Kota Solo.

Namun, kegiatan itu masih menimbulkan pro kontra. Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak bahkan menegaskan balap lari liar dilarang.

“Kegiatan tersebut dilarang dilakukan, apalagi menggunakan jalan raya yang tentunya berbahaya. Baik keselamatan yang bersangkutan (atlet) maupun pengguna jalan lainnya,” kata Ade Safri, Selasa (22/09/2020).

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Belum Turun, Pemkot Solo Izinkan Orangtua Ajak Anak di Atas 5 Tahun Ngemal

“Lomba lari itu bagus dan merupakan hal positif. Namun tempat pelaksanaan dan implementasian yang kurang tepat,” tambah dia.

Ade memaparkan, larangan tersebut didasari aturan pemerintah kota (Pemkot) Surakarta berkait larangan mengundang kerumunan massa. Hal itu disebutnya rentan terhadap penyebaran dan penularan Covid-19.

“Beberapa kegiatan penertiban sudah kita lakukan, termasuk dengan Pemkot Surakarta. Kita sudah memanggil para korlap atau penyelenggaranya,” tegas mantan Kapolres Karanganyar tersebut.

Baca Juga :  Meledak, Dalam Sehari Kasus Baru Positif Covid-19 di Solo Bertambah 59, Total Jadi 957 Kasus

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, Ari Wibowo menambahkan, hingga saat ini belum ada pihak yang mengajukan izin penyelenggaraan balap lari di jalanan.

“Prosesnya (perijinan) sama sebenarnya seperti karnaval, karena menggunakan jalan umum. Namun untuk saat ini memang harus ada lampu hijau dari tim Gugus Tugas Covid-19,” tukas dia. Prabowo