JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Sopir Ambulan Puskesmas Jaten Mendadak Meninggal Dunia, Keluarga Khawatir Penyebab Kematiannya

Sri Rejeki, istri almarhum. Foto: Beni Indra
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Sri Rejeki, istri almarhum. Foto: Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM –Salimin (53) warga Dusun Ngemplak RT 03/04, Desa Suruh Kalang,  Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar meninggal dunia secara mendadak dan menyisakan tanda tanya di kalangan masyarakat setempat.\

Almarhum yang bekerja sebagai sopir ambulance Puskesmas Jaten, Karanganyar mendadak meninggal dunia setelah tiba-tiba mengalami sesak napas akut. Belum diketahui penyebab kematiannya. Pemakaman jenazah almarhum menggunakan protokol kesehatan sehingga jenazah tidak dibawa ke rumah meskipun digelar layatan.

Sri Rejeki (47) istri Almarhum mengatakan kronologi meninggalnya suaminya. Yakni pada Rabu pagi (23/09/2020) almarhum tidak masuk bekerja karena mengeluh tidak enak badan dan sesak nafas. Lalu pada siang harinya sakitnya kian parah, akhirnya dilarikan ke RSUD Karanganyar. “Saat di RSUD hingga malam justru sesak nafasnya makin bertambah hingga pukul 05.00 WIB dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Baca Juga :  Dengar Pupuk Langka di Karanganyar, Menteri Pertanian Langsung Bilang: Tolong Staf Segera Pantau, Direktur Pupuk Jangan Menghindar Kalau Petani Bingung!

Sri Rejeki beserta anaknya masih bingung sakit yang diderita almarhum karena berlangsung begitu cepat. “Kami juga tidak diberi tahu sakitnya suami saya itu dan saya pasrah katanya jantung gitu,” serunya.

Baca Juga :  Kabar Buruk, Dihantam Covid-19, Penerimaan APBD Karanganyar Tahun Depan Anjlok Rp 110 Miliar!

Keluarga khawatir penyebab kematian Saimin. Apalagi mereka menyadari profesi almarhum sebagai sopir ambulance puskesmas yang sudah tidak terhitung membawa pasien baik positip covid atau terduga covid. “Memang Almarhum pada saat pandemi covid sering cerita pada keluarga bahwa sering membawa pasien terkait covid. “Iya Bapak cerita tidak bisa terhitung mengangkut pasien covid baik meninggal atau masih hidup. Karena itulah kami khawatir dengan penyebab kematian Bapak,”  imbuhnya.(Beni Indra)