JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Sudah Bolehkah Menggelar Hajatan di Wonogiri Saat Pandemi ini? Begini Lur Jawaban Plt Bupati Edy Santosa

 

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Warga Wonogiri yang akan menggelar hajatan saat ini tentu bertanya-tanya apakah Pemkab sudah memperbolehkan acara itu ketika pandemi masih berlangsung.

Mungkinkah Pemkab belum memperbolehkan atau hajatan bisa digelar namun dengan persyaratan ketat?.

Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa memberikan arahan tegas terkait warga yang akan menggelar acara hajatan. Dia mengimbau agar warga yang berencana menggelar hajatan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, di dalam penyelenggaraan hajatan juga harus dibatasi jumlah orang yang terlibat.

“Misalnya ijab kabul ya monggo ijab saja. Jangan dulu mengundang banyak orang. Protokol kesehatan harus diperketat. Mohon kesadarannya,” ungkap Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa kepada wartawan di ruangannya, Rabu (30/9/2020).

Dia menegaskan, warga boleh melaksanakan prosesi ijab kabul. Namun tamu maksimal yang bisa datang adalah 50 orang. Selain itu, protokol kesehatan harus dilaksanakan secara ketat.

Baca Juga :  Dari Operasi Zebra Candi 2020 Wonogiri, Tim Sukses Jaring 28 Pelanggar Lalu lintas dan 12 Warga Tak Pakai Masker

“Selesai ijab qobul, sudah jangan lama-lama. Selain itu, semisal mau mengadakan keramaian perlu izin ke kepolisian. Kalau tidak diizinkan ya ndak boleh nekat. Sebagai warga negara yang baik harus patuh hukum,” tegas dia.

Menurut Edy hajatan dengan acara besar bisa merugikan seluruh elemen, termasuk masyarakat sendiri. Apabila hajatan digelar dalam skala besar, dikhawatirkan akan terjadi kerumunan dan muncul potensi penyebaran Virus Corona.

“Pemerintah sudah mendorong, telah melakukan segala upaya dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Kalau masyarakat abai dengan protokol kesehatan, kapan selesainya pandemi. Ingat lur, ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat,” sebut Edy.

Baca Juga :  Lur Warga Wonogiri, Meski Ada Libur Panjang dan Masuk Zona Kuning Jangan Piknik Dulu ya, Masih Rawan Soalnya

Dia menerangkan, hajatan yang dihadiri banyak tamu akan sulit mengetahui apakah tamu itu benar-benar sehat. Yang perlu diwaspadai saat ini adalah adanya potensi orang tanpa gejala (OTG) meskipun sudah diwajibkan mengenakan masker, mencuci tangan dan apabila dicek suhu tubuhnya. Selain itu, riwayat perjalanan tamu dari mana saja juga sulit diketahui.

“Kita ajak masyarakat untuk saling menjaga dan akhirnya saling mengingatkan. Ketentuan-ketentuan yang ada jangan dilanggar .Mohon bersabar dulu, mudah-mudahan kondisinya segera membaik dan pandemi segera berakhir,” tutur dia.

Suami Deny Risnindyantira ini menyinggung adanya peningkatan jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 pekan ini. Dimana para pasien terkonfirmasi positif itu didominasi dari pelaku perjalanan dari kota besar zona merah. Aria