JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Terus Meroket, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Naik Jadi 453 Kasus, Jumlah Suspek Tembus 1.910. Jumlah Warga Meninggal Mencapai 90 Orang

Peta sebaran covid-19 Karanganyar yang didominasi warna merah, Selasa (29/9/2020). Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga Selasa (29/9/2020) pagi ini, jumlah kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai angka 453 kasus.

Tidak hanya itu, jumlah kasus kematian juga kian mengkhawatirkan. Hingga hari ini, jumlah total warga meninggal dunia dengan status suspek covid-19, positif hingga probabel dilaporkan mencapai 90 orang.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Selasa (29/9/2020) pagi ini, jumlah kasus positif covid-19 total mencapai angka 453.

Baca Juga :  Update COVID-19 Sukoharjo, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Corona Mencapai Angka 818

Dari jumlah itu, 64 orang masih dirawat, 367 sembuh dan 22 meninggal dunia.
Kemudian untuk kategori suspek covid-19 mencapai angka 1.910 pasien.

Dari jumlah itu, 1.805 orang dinyatakan selesai pantauan, 51 orang masih dirawat dan 54 orang meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga yang meninggal dunia total terkait covid-19 hingga hari ini tercatat sudah mencapai 90 orang.

Rinciannya 22 warga meninggal dengan status positif covid-19, 54 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 14 warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Naik Lagi, 8 Warga Sragen Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Total Kasus Jadi 681, Kecamatan Masaran, Sidoharjo dan Jenar Paling Banyak!

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seoalah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo