JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Akui Kapasitas Tes Covid-19 Belum Merata, Menkes Terawan: Bukannya Tak Standar WHO

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menghadiri acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019) / tempo.co
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto
mengakui, kapasitas tes Covid-19 belum merata. Hal itu karena kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, sehingga masing-masing daerah memiliki rasio tes yang berbeda-beda.

Dikatakan, rasio tes Covid-19 tertinggi ialah Provinsi DKI Jakarta. Dengan fakta itulah, Terawan tak setuju rasio tes Covid-19 di Indonesia disebut masih di bawah standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Ia beralasan kapasitas pengujian saat ini sudah sebanyak 43-45 ribu per hari untuk negara dengan 270 juta penduduk.

“Sebenarnya tidak tepat jika rasio test dan tracing (disebut) di bawah standar WHO,” kata Terawan dalam webinar HUT Partai Golkar ke-56, Selasa, 30 Oktober 2020.

WHO menetapkan standar rasio tes Covid-19 sebanyak 38 ribu orang per hari. Di Indonesia, jumlah pengujian spesimen Covid-19 masih naik turun. Merujuk data Kementerian Kesehatan pada 20 Oktober 2020, total ada 31.029 spesimen yang diuji.

Jika setiap orang yang dites bisa diambil lebih dari satu spesimen, artinya jumlah orang yang diuji kurang dari angka 31 ribu tersebut.

Baca Juga :  Satu Rombongan Saat Menteri KKP Diciduk KPK, Ali Mochtar Ngabalin Diminta Pisah Jalur

Meski mengklaim sudah sesuai standar WHO, Terawan mengakui kapasitas tes belum merata karena kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Rasio tes Covid-19 tertinggi ialah Provinsi DKI Jakarta.

“Artinya sudah memenuhi hanya tidak merata karena menyangkut juga daerah penduduk kapasitas dengan negara kepulauan yang sangat berbeda dengan negara lain,” kata Terawan.

Terawan juga membantah rasio positif (positivity rate) Covid-19 di Indonesia di bawah standar WHO. Badan Kesehatan Dunia sebelumnya menyatakan positivity rate yang aman adalah 5 persen (5 orang positif dari setiap 100 orang yang diuji).

Namun menurut Terawan, WHO juga baru-baru ini menyebutkan bahwa 10 persen dari total populasi dunia terinfeksi Covid-19. Sedangkan positivity rate Indonesia, kata Terawan, ialah sebesar 14 persen.

Ia juga berujar angka ini masih lebih rendah dibanding Meksiko dan Bolivia yang positivity rate-nya mencapai 20-50 persen. “Kalau melihat secara holistik kita bisa melihat bahwa Indonesia sudah masuk dalam range yang baik positivity rate 14 persen di bawah rata-rata dunia,” kata Terawan.

Baca Juga :  Hari Coblosan Pilkada Serentak, Jokowi Teken Keppres Tetapkan 9 Desember 2020 Jadi Hari Libur Nasional

Terawan mengimbuhkan, angka 5 persen itu adalah standar saat WHO masih awal-awal melakukan penelusuran. Dia mengatakan perkembangan yang disampaikan WHO harus terus diikuti agar mendapatkan informasi terkini ihwal kondisi Covid-19 di dunia.

Terawan juga membanggakan angka kesembuhan yang mencapai angka 76-77 persen yang menurutnya luar biasa. Di sisi lain, kata dia, angka kematian terus menurun dari sebelumnya pernah di angka 9,5 persen dan kini di angka 3,45 persen.

“Saya kira kita bisa menunjukkan hal sangat positif,” ujar Terawan. “Angka kesembuhan naik terus dan itu melebihi angka rata-rata dunia yang 74 persen, artinya sudah masuk ke hal lebih baik itu yang harus kita lihat.”

www.tempo.co