JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Awas, Nekat Terobos Palang Kereta Api Kini Bakal Didenda Rp 750.000. Ini Aturan Lengkapnya!

Ilustrasi kondisi pikap yang hancur digasak kereta api dalam kecelakaan maut di perlintasan tanpa palang Dukuh Dempul, Gemolong, Sragen, Senin (7/5/2018) siang. Foto/Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – PT Kereta Api Indonesia (KAI Persero) mengingatkan para  pengguna jalan yang tak mematuhi rambu lalu lintas saat melintasi perlintasan sebidang kereta api akan dikenakan denda hingga Rp 750.000.

“Aturan tersebut telah diatur di dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Untuk itu, kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berperilaku disiplin di perlintasan sebidang,” ujar VP Public Relations KAI, Joni Martinus lewat keterangan tertulis, Selasa (06/10/2020).

Di dalam pasal 296 berbunyi, “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan antara kereta api dan jalan yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp750 ribu.”

Baca Juga :  Momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Ini Pesan Menkeu Sri Mulyani dan Menag Fachrul Razi untuk Generasi Muda Indonesia

Sementara pasal 114 juga menyebutkan, pada perlintasan sebidang antara jalur KA dan jalan, pengemudi wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup, serta wajib mendahulukan kereta api.

Atas dasar itu, Joni Martinus menegaskan ketika sudah ada tanda-tanda mendekati perlintasan sebidang KA, setiap pengguna jalan diharuskan mengurangi kecepatan dan berhenti.

“Tengok kanan-kiri untuk memastikan tidak ada kereta yang akan melintas. Jika ada kereta yang akan melintas, maka pengendara wajib mendahulukan perjalanan kereta api,” kata Joni Martinus.

Baca Juga :  Guru IPSI Pagar Nusa di Gresik Tiba-tiba Ambruk hingga Meninggal Dunia Saat Melatih Pernapasan

Aturan tersebut juga sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124, menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

KAI mencatat, sejak Januari hingga awal Oktober 2020, terdapat 198 kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api. Hal itu dapat dihindari jika pengguna jalan mematuhi seluruh rambu-rambu yang ada, dan berhati-hati saat akan melalui perlintasan sebidang kereta api.

“Diharapkan masyarakat pengguna jalan benar-benar mematuhi aturan di perlintasan sebidang ini. Tujuannya agar keselamatan perjalanan pengguna jalan dan kereta api dapat tercipta,” kata Joni Martinus.

www.teras.id