JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Cegah Ceramah Provokatif di Masjid, Kementerian Agama Bakal Sediakan Materi untuk Khotbah Jumat

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melaksanakan Salat Jumat berjamaah di masa 'new normal', Jumat (5/6/2020). Pelaksanaan Salat Jumat berjamaah digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang itu mengikuti penerapan disiplin protokol kesehatan. Foto: Humas Pemprov Jateng
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Kementerian Agama mengambil langkah untuk mencegah merebaknya ceramah-ceramah provokatif saat pelaksanaan Salat Jumat di masjid. Kemenag memutuskan bakal menyediakan materi untuk khotbah Jumat.

Disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, penyajian khotbah Jumat yang mencerdaskan dan jauh dari pesan-pesan provokasi telah masuk dalam rencana strategis Kemenag untuk 2020-2024.

“Saat ini diperlukan materi khotbah salat Jumat yang responsif dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata Kamaruddin dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga :  Kemenag Akan Sediakan Naskah Khutbah Jumat: Gandeng Ulama dan Akademisi, Materi Tidak Wajib Digunakan

Kemenag, lanjut Kamaruddin, telah menyiapkan naskah-naskah khotbah Jumat gratis, termasuk naskah khusus untuk bisa disampaikan kepada generasi millenial sebagai bagian penting dari struktur sosial saat ini.

Materi khotbah Jumat dari Kementerian Agama tersebut nantinya dapat diunduh secara gratis melalui laman situs resmi milik Kemenag, yakni simbi.kemenag.go.id.

“Perhatian terhadap hal ini menjadi bagian dari program besar moderasi beragama. Dalam misi besar ini, berbagai cara telah ditempuh Kemenag belakangan ini. Termasuk pembaruan buku-buku ajar, pembinaan penceramah berwawasan kebangsaan, pembentukan Pokja Moderasi Beragama, dan penyusunan buku Moderasi Beragama,” ujar Kamaruddin.

Baca Juga :  Sebelum Ditangkap KPK, Edhy Prabowo Sering Kritik Eks Menteri Susi

Menurut Kamaruddin, masjid sebagai rumah ibadah sudah semestinya menjadi pusat syiar moderasi beragama untuk mewujudkan agama Islam yang damai dan mendukung stabilitas beragama serta bernegara.

www.tempo.co