JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Demam Daun Janda Bolong Ciptakan Tren Baru Budidaya Tanaman Hias di Kalangan Generasi Milenial. Berawal dari Hobi, Kini Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan di Masa Pandemi

Nano Priyanto, salah satu pembudidaya tanaman hias dengan koleksi berbagai macam tanaman hias salah satunya janda bolong yang lagi booming. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bisnis tanaman hias di tengah pandemi kian diminati banyak orang. Pasalnya, saat ini di tengah penerapan PSBB dan work from home (WFH) dari pemerintah, membuat sebagian besar masyarakat beralih untuk bercocok tanam guna mengisi waktu luang.

Hal serupa juga diakui oleh Nano Priyanto, yang saat ini bekerja sebagai pendidik di Sragen yang sekaligus menekuni hobby dan bisnis tanaman hias.

Berawal dari sekadar hobi, Nano berhasil membuat beragam koleksi tanaman hias di rumahnya sebagai ladang bisnis. Kini di tengah pandemi covid-19, Nano mengaku permintaan pasar terhadap tanaman hias justru semakin meningkat pesat.

Tidak hanya dalam negeri saja namun permintaan luar Negeri juga semakin meningkat terutama Eropa dan Amerika.
“Awalnya hanya hobi saja mengoleksi tanaman hias. Karena pekerjaan utama saya adalah sebagai pendidik. Lama-lama berkembang dan saya melihat potensi yang bagus untuk berbisnis tanaman hias. Karena memang sejak kuliah saya sudah senang berwirausaha pada bidang Agribisnis, kenapa tidak jika hobi ini bisa dikembangkan menjadi suatu hal yang bisa menghasilkan. Akhirnya bisnis itu terus berkembang sampai sekarang. Dan di masa pandemi ini, permintaan memang sangat tinggi. Mungkin karena adanya penerapan PSBB dan work from home membuat masyarakat menjadi senang bercocok tanam untuk mengisi waktu luang,” papar Nano kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (7/10/2020).

Baca Juga :  Ada Siswa SMP Sidoharjo Positif, Berikut Daftar Lengkap Warga Sragen Positif Covid-19 Sragen Hari Ini. Dari 3 Kecamatan!
Foto/Wardoyo

Melihat potensi besar tersebut membuat Nano semakin produktif di masa pandemi ini. Sembari tetap menjalani rutinitas sehari-harinya sebagai guru disekolah, Nano tetap memperhatikan situasi di pasaran tentang berbagai tanaman hias yang diminati masyarakat.

Nano pun mengungkapkan jika saat ini pelanggannya banyak yang baru terutama anak muda.

“Aktivitas yang lain tetap berjalan, namun usaha tanaman hias juga tidak boleh terlupakan. Apalagi mengingat saat ini permintaan masyarakat sedang tinggi-tingginya. Bahkan, di masa pandemi ini banyak pelanggan-pelanggan saya yang baru. Mereka juga mengaku mulai suka bercocok tanam untuk mengisi waktu luang saat work from home ini,” urainya.

Contohnya Yohanes Aryo dan Faisol sebagai seorang pengusaha ekport meubel dan developer perumahan elit di Solo, baru-baru ini juga ikut menekuni hobby bercocok tanam sejak bulan februari.

Baca Juga :  Kabar Duka, Satu Warga Kedawung Sragen Meninggal Positif Terpapar Covid-19, Satu Warga Banaran Meninggal Suspek. Total Sudah 82 Warga Sragen Meninggal

Menurut keduanya, hobi itu sekaligus menjadikan usaha baru  sampingannya di tengah pandemi ini untuk berjualan tanaman hias. Pemasaran pun tak terlalu sulit karena bisa melalui akun sosial media seperti marketplace, instagram dan facebook.

Foto/Wardoyo

Jenis tanaman hias yang saat ini sedang banyak digandrungi masyarakat adalah monstera adansonii variegata atau yang lebih dikenal dengan janda bolong.

Tanaman ini memiliki keunikan daun yang bolong dan berukuran besar. Tingginya permintaan pasar dengan terbatasnya ketersediaan membuat harga tanaman hias jenis ini melambung tinggi.

Hal ini juga diakui oleh Nano. Ia menyebut saat ini yang banyak dicari pelanggan adalah tanaman hias janda bolong varigata.

Namun beberapa varietas lain juga ikut terkerek dan harganya meroket hingga jutaan rupiah. Seperti obliqua, monstera varigata dan philodendron corsinianum.

Sementara di pasaran ketersediaan tanaman masih terbatas. Oleh karena itu, tidak heran jika saat ini harganya memang cukup tinggi sampai puluhan juta rupiah.

“Sebenarnya, tidak hanya janda bolong varigata saja. Untuk tanaman hias yang lainnya juga mengalami hal serupa,” tandasnya. Wardoyo