JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Demi Lindungi Warganya, Walikota Yogya Wajibkan Wisatawan Luar Tunjukkan Surat Sehat

Ilustrasi virus corona. Pixabay

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ini perhatian bagi para wisatawan luar yang hendak berkunjung ke Yogyakarta selama libur panjang Maulid Nabi dan cuti bersama akhir Oktober 2020.

Pasalnya, Pemkot Yogyakarta mewajibkan wisatawan dari luar daerah yang masuk Kota Yogyarta untuk menunjukkan surat sehat dari dokter.

Hal itu dilakukan Pemkot Yogyakarta sebagai langkah antisipasi penyebaran atau penularan virus Covid-19.

Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti mengatakan, secara garis besar pemerintah mempersilahkan para wisatawan dari manapun mengunjungi kota pelajar ketika long weekend mendatang.

Namun, sebagai pemangku kebijakan, ia mempunyai kewajiban melindungi warganya.

“Silakan datang ke Yogyakarta, tapi pastikan anda sehat ya. Kewajiban saya adalah melindungi warga Kota Yogyakarta dan DIY pada umumnya, agar jangan sampai tertular oleh Covid-19,” tandas Haryadi.

Baca Juga :  Kampung Ramadhan Jogokariyan Yogyakarta Terapkan Aturan Baru agar Tak Picu Kerumunan

Menurunya, kepastian sehat wisatawan itu bisa ditunjukkan dengan surat keterangan yang menyatakan hasil rapid test non reaktif, maupun swab test negatif.

Ia pun berharap supaya wisatawan tidak lantas tersinggung saat ditanya kondisi kesehatannya begitu tiba di kota pelajar.

“Kita siaga di portal-portal masuk untuk cek kesehatan dan sebagainya. Sekarang, itu sudah lazim. Dulu, mungkin saya tidak sopan kalau tanya kamu sehat tidak. Dalam kondisi seperti ini, begitu itu wajar lah,” ujarnya.

Baca Juga :  Penglaju Yogya-Solo dan Sebaliknya Tak Dilarang Selama Mudik Lebaran, Tapi Ini Syaratnya

“Jadi, mohon dipahami ya, kalau nanti petugas kami, atau pemandu wisata dan petugas hotel tempat menginap, meminta hal-hal seperti itu,” imbuh Haryadi.

Lebih lanjut, ia mengaku khawatir, potensi kenaikan kasus Covid-19 mengintai jika wisatawan, serta pelaku pariwisata di Kota Yogyakarta enggan menerapkan protokol kesehatan dengan sempurna.

Karena itu, kesadaran untuk disiplin harus senantiasa ditekankan sebagai antisipasi.

“Libur panjang, tentu ada potensi kenaikan kasus. Antisipasi yang dilakukan pun jangan terlalu sempit, tapi juga jangan terlalu longgar. Tentunya, yang wajib diantisipasi adalah kedisiplinan dalam mentaati prokes,” cetusnya.

www.tribunnews.com