JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Dua Kali Merapi Perdengarkan Suara Guguran, Potensi Terjadi Luncuran Awan Panas

Erupsi Gunung Merapi Kamis (2/4/2020) sore.Twitter @BPPTKG.
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Setelah diam beberapa lama, Gunjng Metapi kembali mengeluarkan suara guguran sebanyak dua kali dari Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) Babadan.

Suara guguran terjadi pada Jumat (30/10/2020) siang dan sore, yaitu pada pukul 12.57 dan 16.11 WIB.

Hal itu dilaporkan dari pengamatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Dalam periode pengamatan hari ini pukul 12.00-18.00 WIB, cuaca Gunung Merapi berawan, mendung, dan hujan.

Baca Juga :  Suara Gemuruh Merapi Makin Sering Terdengar, BPPTKG: Masyarakat Tak Perlu Panik, Asal...

Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 16.5-22.2°C, kelembaban udara 71-74 persen, dan tekanan udara 627.2-688.3 mmHg.

Volume curah hujan 3 mm per hari. Secara visual, gunung kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Adapun dari intensitas kegempaan, dalam periode pengamatan tersebut terjadi Guguran 9 kali (amplitudo 5-51 mm, durasi 15.3-66 detik), Hembusan 5 kali (amplitudo 3-5 mm, durasi 11.8-16 detik).

Hybrid/Fase Banyak 38 kali (amplitudo 3-27 mm, S-P : 0.3-0.5 detik, durasi : 5.8-13.4 detik), dan Vulkanik Dangkal 7 kali (amplitudo 47-80 mm, durasi 14.3-37.2 detik).

Baca Juga :  Mayoritas Kapanewon di Sleman Masuk Zona Merah, Dinkes Bakal Lakukan Rapid Tes untuk Pengungsi Merapi

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan, tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini pada Level II (Waspada).

“Potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif. Area dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi agar tidak ada aktivitas manusia,” ungkapnya. 

www.tribunnews.com