JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ganjar Teratas di 3 Kali Survei Capres 2024, PDIP: Pilpres Urusan Langitan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat video conference rapat koordinasi penanganan COVID-19 di pesantren dengan Menko Marinvest, Luhut Binsar Panjaitan, Rabu (30/9/2020), kemarin. Humas Pemprov
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah,  Ganjar Pranowo menduduki posisi teratas dalam bursa Capres 2024. Hal itu terlihat dari hasil sigi yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia.

Menanggapi survei tersebut, PDIP menilai posisi Ganjar berada di atas karena kinerjanya dalam pengendalian Covid-19 di Jawa Tengah.

Namun, politikus PDIP Eva Sundari menyebut, kerja-kerja Ganjar itu tidak bisa dikaitkan dengan Pilpres 2024.

“Ganjar lagi fokus kerja dengan baik dan saya melihat tidak ada urusannya dengan Pilpres. Enggak diorientasikan ke Pilpres, saya yakin Ganjar enggak,” ujar Eva dalam acara diskusi daring, Minggu ( 25/10/2020).

Lagipula, lanjut Eva, rekomendasi maju ke Capres adalah urusan ‘langitan’ di PDIP.

Baca Juga :  Jawa Tengah Urutan Kedua Jumlah Kasus Covid-19 Tertinggi

“Ganjar tau lah wilayah di internal PDIP untuk urusan itu, Pilpres itu urusan langitan di PDIP,” ujar dia.

Survei teranyar Indikator menunjukkan, Ganjar Pranowo memiliki elektabilitas sebesar 18,7 persen. Dia mengungguli posisi Prabowo Subianto di angka 16,8 persen, Anies Baswedan 14,4 persen, Sandiaga Salahuddin Uno 8,8 persen, dan Ridwan Kamil 7,6 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan Ganjar Pranowo selalu menduduki tingkat pertama di tiga survei terakhir.

“Bulan September ini kami melakukan lagi survei, Pak Ganjar berada di tingkat pertama di tiga survei terakhir. Kemudian disusul Pak Prabowo dan Anies Baswedan di tingkat ketiga ini juga stagnan posisinya,” kata Burhanuddin dalam konferensi pers virtual, Minggu ( 25/10/2020).

Baca Juga :  Kuota Penumpang Pesawat Akan Dinaikkan dari 70 Persen Menjadi 85 Persen

Survei tersebut dilakukan pada 24 September hingga 30 September 2020 dengan menggunakan panggilan telepon karena pandemi Covid-19.

Metode yang digunakan adalah simple random sampling dengan 1.200 responden yang dipilih secara acak berdasarkan data survei tatap muka langsung sebelumnya pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Adapun margin of error sekitar 12.9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional.

www.tempo.co