JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Persiapan Pembangunan Pasar Kota Sragen, 1.517 Pedagang Akan Dibuatkan Brak Darurat di Sepanjang Jalur Kliteh Hingga Utara Palang Teguhan. Tiga Ruas Jalan Bakal Ditutup, Begini Konsep Lengkapnya!

Desain penampakan Pasar Kota Sragen setelah direvitalisasi. Foto/Dinas Perdagangan
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Para pedagang di Pasar Kota Sragen dipastikan tak perlu resah terkait nasib mereka selama proses pembangunan atau revitalisasi total bangunan pasar tersebut.

Pasalnya Pemkab melalui Dinas Perdagangan sudah menentukan lokasi brak darurat yang akan digunakan sebagai lokasi jualan sementara para pedagang.

Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Sragen, Tedi Rosanto, Senin (26/10/2020). Ia menyampaikan hasil rapat koordinasi terakhir dengan Sekda, instansi terkait beberapa waktu lalu sudah memutuskan jalur Kliteh ke timur akan dijadikan lokasi brak darurat selama revitalisasi Pasar Kota.

“Hasil rapat, nanti lokasi brak darurat kita tempatkan di sepanjang jalan depan toko Klliteh ke timur sampai jalan Tentara Pelajar di sebelah utara palang. Sudah fix, itu lokasi braknya,” paparnya ditemui di ruang kerjanya.

Tedi menuturkan brak darurat tersebut disiapkan agar para pedagang bisa tetap melangsungkan aktivitasnya selama Pasar Kota dibangun. Sebagai pendukung, nantinya ada tiga ruas jalan yang akan ditutup.

“Yakni di sisi utara rel masuk ke timur kita tutup sampai Kliteh, kemudian pertigaan Garuda. Tambahannya di kios garuda ke utara. Nanti brak darurat dibuat di tengah jalan dan tetap ada akses jalan di kedua sisi. Sehingga motor dan becak tetap bisa lewat serta tidak menggangu kios yang ada di situ maupun permukiman warga,” terangnya.

Baca Juga :  Sudah 12 Petani Tewas, 40 Penembak Langsung Diterjunkan Operasi Malam-Malam di Persawahan Karangmalang Sragen. Hasilnya, 600 Ekor Tikus Ditembak Mati Hanya Hitungan 3 Jam

Ia memastikan konsep brak darurat itu sudah melalui kajian bersama dinas terkait sehingga nantinya dipastikan tidak ada lalu lintas yang terganggu.

Sebab di beberapa ruas jalan yang ditutup untuk brak itu bukan termasuk jalur primer yang padat kendaraan.

Lebih lanjut, Tedi menguraikan brak itu disiapkan untuk 1.517 atau semua pedagang di Pasar Kota yang terdaftar dan memiliki buku kuning atau buku ijin.
Termasuk di dalamnya, pedagang di kios depan Pasar Kota, penghuni kios sol sepatu, penghuni kios renteng Kliteh, hingga pedagang kuliner di sekitar Alun-Alun.

“Jadi bicara Pasar Kota itu nggak hanya pedagang di dalam pasar saja. Karena yang di Kliteh, kuliner Alun-alun, sol sepatu dan depan pasar itu juga menjadi bagian Pasar Kota. Semua harus kita akomodir dan tidak boleh ada yang tercecer,” terangnya.

Meski demikian, bagi pedagang kios renteng Kliteh, sol sepatu dan kuliner Alun-Alun, jika nantinya tidak terdampak atau dipandang belum perlu dibongkar lapaknya, maka dipersilakan menempati lokasinya terlebih dahulu.

Namun jika pasar yang baru sudah selesai dibangun secara total, maka semua pedagang diharapkan bisa menempati pasar yang baru sesuai zonasi yang sudah ditentukan.

Baca Juga :  Pupuk Terus Bergejolak, KTNA Sragen Tegas Ajukan 2 Usulan ke Presiden. Cukupi Kebutuhan Petani atau Batalkan Kartu Tani!

“Kalau bangunan Pasar Kotanya jelas harus dirobohkan semua, sehingga semua pedagangnya harus pindah sementara ke brak darurat. Tapi kalau sol sepatu, kliteh dan sepanjang rel itu sepanjang belum terdampak atau belum dirobohkan ya nanti kita persilakan mau jualan di situ dulu ya monggo. Tapi kalau semua harus dibongkar, ya nanti semua harus siap pindah ke brak darurat juga. Yang penting tugas kami menyediakan lokasi dan braknya,” tandasnya.

Ditambahkan, saat ini pihaknya tengah mengebut penyelesaian review Detail Enginering Design (DED). Sebab Kementerian Perdagangan sudah memberikan deadline waktu pengiriman review DED maksimal akhir Desember 2020 ini.

Review itu sangat penting karena terkait penyesuaian perubahan anggaran dari pusat. Dimana pada DED awal anggarannya dibuat Rp 250 miliar, namun ternyata yang masuk di Perpres 79/2019 anggaran untuk revitalisasi Pasar Kota Sragen hanya Rp 200 miliar.

“Nanti konsepnya tetap tiga lantai. Semua pengerjaan pembangunan dan rekanannya langsung dari pusat, dikerjakan multi years. Rencananya Rp 100 miliar di 2021, Rp 100 miliar di 2022. Jadi kita hanya mengawasi saja, makanya kami berharap nanti anggaran sebesar itu bisa jadi bangunan pasar yang benar-benar bagus sehingga Pasar Kota ke depan semakin ramai dan nyaman,” tandasnya. Wardoyo