JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Gara-Gara Istri Perangkat Desa Desa Pendem Terpapar Covid-19, Pelayanan Raskin Terpaksa Dipindahkan Ke Rumah Warga 

Kades Pendem. Foto/Beni
madu borneo
madu borneo
madu borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM -Karena dilakukan lockdown lokal di Kantor Desa Pendem, Mojogedang, Karanganyar pelayanan Raskin terpaksa dialihkan di rumah salah satu warga Desa Pendem.

Pemindahan tempat penyerahan raskin tersebut guna menghindari kerumunan di Kantor Desa Pendem. Yang mana saat ini termasuk rawan penyabaran covid seiring istri salah satu perangkat desanya SW (48) dinyatakan positif covid-19 hasil tes swab di rumah sakit.

Kades Pendem Mardiyanto mengatakan kebetulan saat dilakukan penutupan kantor desa juga ada acara rutin pembagian raskin yang biasanya dibagikan di kantor desa.

“Jika pembagian raskin serentak di kantor desa jelas bahaya karena jarak rumah SW dan kantor desa sangat dekat dan suaminya SW juga perangkat sehingga rawan jika tertular covid,” tandasnya.

Baca Juga :  Pembalap MotoGP Valentino Rossi Positif Covid-19, Dipastikan Absen di Seri Aragon Akhir Pekan Ini

Kades mengakui meskipun Kaur Kesra Desa Pendem Sukimin (50) yang juga suami SW belum diketahui tertular covid atau tidak tertular.

Namun upaya pencegahan tetap penting. Sebab istrinya SW berdasarkan hasil tes swab kedua rumah sakit dinyatakan positif covid.

Apalagi jarak rumah SW dengan Kantor Desa Pendem sangat dekat tak sampai 50 meter.

“Kalau SW itu bukan istri perangkat mungkin tidak ada masalah. Lha ini Sukimin suaminya seorang perangkat desa yang juga ngantor kerja tentu berbahaya maka kita antisipasi dengan kantor desa ditutup sementara,” jelasnya.

Mardiyanto mengaku tidak bisaembayangkan jika pembagian raskin tidak dialihkan ke rumah warga. Tentu saja warga berdatangan ke kantor desa, sedangkan saat ini kantor desa pada saat ini statusnya rawan.

Baca Juga :  Beberkan UU Omnibus Law, Anggota DPR RI PDIP Sampai Blusukan ke Desa di Karanganyar. Klaim Omnibus Law Lahir Untuk Selamatkan Negara dari Kebangkrutan

“Ya hubungan Sukimin kan kontak erat dengan SW sementara Sukimin juga bekerja di kantor desa jelas potensi kantor desa rawan penyebaran,” imbuhnya.

Menurut Kades pencegahan yang dilakukan itu untuk melindungi kepentingan lebih besar yakni kepentingan masyarakat agar tidak tertular covid.

Sehingga upaya penutupan kantor desa serta diganti dengan pelayanan online berjenjang adalah tepat.

“Ini kan sifatnya sementara saja tidak lama. Dan yang penting pelayanan tetap jalan terus,” imbuhnya.

Sementara itu guna menghindari kemungkinan kantor desa tertular covid maka terus dilakukan penyemprotan baik didalam gedung atau di luar gedung. Penyemprotan dilakukan setiap hari oleh semua perangkat desa. Beni Indra