JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Pantura

Kebijakan WFH Kembali Digulirkan, 7 ASN di Kendal Kena Virus Corona

Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay. Istimewa
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KENDAL, JOGLOSEMARNEWS.COM — Gelombang penularan virus corona atau covid-19 di Kabupaten Kendal kembali terasa menggema. Betapa tidak, setelah sebelumnya sempat mereda, saat ini klaster covid-19 perkantoran di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kendal telah muncul kembali.

Data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal menyebutkan, ada 7 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kendal terkonfirmasi dinyatakan positif terpapar virus corona atau covid-19.

Kini, Pemerintah Kabupaten Kendal memberlakukan kembali Work From Home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Komplek Kantor Bupati dan Setda Kendal. Hal itu dilakukan setelah muncul kembali klaster Covid-19 di kawasan tersebut.

Pemberlakukan WFH itu diberlakukan mulai hari Rabu (21/10/2020) hingga Jumat (23/10/2020) mendatang. Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Rad Bonay, saat dikonfirmasi menyebutkan, klaster penularan covid-19 di komplek perkantoran di lingkungan Setda Kendal muncul lagi setelah sempat mereda.

“Berdasarkan data Selasa (20 Oktober lalu) ada 7 ASN yang terpapar, dua diantaranya Kepala OPD,” terang Ferinando, kemarin.

Dijelaskan olehnya lebih detail, dua kepala OPD yang terkonfirmasi positif covid-19 namun pihaknya tidak menyebut nama, yang terpenting prosedur tracing sudah dilakukan.

“Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan Dinas Kesehatan mereka terpapar dari ASN yang sudah positif,” sambung dia.

Baca Juga :  Ngeri, Nenek 78 Tahun di Grobogan Ditemukan Hangus Tewas Terpanggang Saat Bakar Sampah. Polisi Temukan Sapu Lidi dan Satu Korek Api

“Dinas Kesehatan sudah melakukan pemeriksaan swab kepada ASN yang kontak langsung dengan yang sudah positif,” imbuh Ferinando.

Ferinando menyebutkan, seluruh ASN yang kontak dengan kepala OPD yang dinyatakan terpapar Covid-19 telah dilakukan tracing dan yang kontak langsung.

“Seluruh ASN serta yang berinteraksi dengan para kepala OPD yang positif kami swab. Sebelum hasil swab belum keluar yang bersangkutan sudah diminta melakukan isolasi mandiri di rumah,” sambung dia.

Ia menambahkan, dari 7 ASN yang terkonfirmasi positif covid-19 ini seorang dirawat di RSUD Soewondo Kendal, 4 ASN dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 dan sisanya menjalani isolasi mandiri.

“Kami juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan ke instansi yang diketahui ASN nya positif,” terangnya.

Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kendal, Winarno, menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kendal memberlakukan kembali Work From Home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Komplek Kantor Bupati dan Setda Kendal. Hal itu dilakukan setelah muncul kembali klaster Covid-19 di kawasan tersebut.

Pemberlakukan WFH itu diberlakukan mulai hari Rabu (21/10) hingga Jumat (23/10) mendatang.

Baca Juga :  Pemkab Kendal Siapkan Pasar Darurat untuk Selamatkan Roda Perekonomian Pedagang Pasar Weleri

“Selama diberlakukan kebijakan WFH di Lingkungan Kompleks Kantor Bupati Kendal akan dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan di lingkungan komplek kantor bupati Kendal,” terang dia

“Para ASN tidak diliburkan, namun tetap bekerja namun di rumah,” sambung dia.

Winarno menyatakan munculnya lagi kluster pegawai di lingkungan Kantor Bupati membuat Pemkab Kendal akan melakukan perketatan penerapan protokol kesehatan saat ASN kembali bertugas di kantor.

Kebijakan tersebut bertujuan agar mampu menekan potensi penularan Covid-19 di Kendal.

“Kami himbau agar para ASN untuk tetap tertib melakukan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak antar pegawai,” sambung dia.

Sementara itu Data terakhir di Dinas Kesehatan Kendal, jumlah positif covid-19 di Kendal mencapai 1.318 orang dengan rincian menjalani isolasi mandiri sebanyak 113 orang, dirawat di rumah sakit ada 36 orang dan sembuh sebanyak 1.107 orang.

“Untuk yang meninggal dunia hingga Selasa (20/10/2020) ada 62 orang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Kendal,” ujar Ferinando.

Diketahui bahwa ada 7 kasus terkonfirmasi positif yang terjadi di kalangan ASN di Kabupaten Kendal.Kasus terkonfirmasi itu merupakan pegawai di dinas-dinas yang lokasinya berada di Komplek Kantor Bupati Kendal. Frieda|Satria Utama