JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

LP2M Unisri Dampingi Petani Desa Pojok Olah Singkong Jadi Mocaf

Pelatihan pembuatan tepung mokaf oleh petani singkong Desa Pojok Kabupaten Boyolali yang didampingi tim LP2M Unisri di desa setempat, kemarin / dok Humas Unisri
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Pelatihan pembuatan tepung mokaf oleh petani singkong Desa Pojok Kabupaten Boyolali yang didampingi tim LP2M Unisri di desa setempat, kemarin / dok Humas Unisri

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM

Tepung mocaf adalah salah satu produk turunan ketela pohon atau ubi kayu. Belakangan, tepung itu banyak dicari para pelaku usaha, dari UMKM hingga industri.

Alasannya, tepung tersebut tidak mengembang kala di-oven untuk dibuat roti dan rendah kalori, sehingga cocok bagi orang yang terkena diabetes.

Berangkat dari situlah, LP2M Unisri Surakarta melakukan pendampingan pada para petani di Desa Pojok, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali.

Pasalnya, di situ banyak dihasilkan singkong, tapi pengolahan masih sederhana. Misalnya dibuat gaplek dan keripik curah tanpa sentuhan kemasan yang memadai.

Bahkan, singkong tersebut dijual langsung kiloan setelah dipanen dari tegalan tanpa diolah sehingga tidak ada nilai tambahnya.

Baca Juga :  3 Mahasiswa UNS Sulap Minyak Nyamplung Jadi Obat Luka Bakar

“Pendampingan ini awalnya dari informasi mahasiswa yang KKN di desa ini. Kemudian potensi desa yang ada disampaikan ke kampus dan selanjutnya kita tindaklanjuti,” kata Akhmad Mustofa, Ketua Pusat Studi Pangan dan Kesehatan Masyarakat Unisri, sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Sejumlah program telah dilaksanakan dan diagendakan tim LP2M Unisri untuk pendampingan bagi petani singkong itu di Desa Pojok.

Seperti misalnya, pelatihan pembuatan keripik ketela pohon modern dengan berbagai rasa, serta cara pengemasan yang cantik agar menarik. Tidak lupa dan lebih penting adalah pelatihan pembuatan tepung mokaf.

Baca Juga :  Kisah Wisudawan Fakultas Ekonomi Unisri, Bayar Kuliah dari Hasil Ngojek dan Jualan Daster

Selain pelatihan, tim LP2M Unisri juga menyerahkan bantuan paket peralatan pembuatan keripik singkong dan pembuatan tepung mokaf.

“Kami juga mengupayakan akses pemasaran dan penjualan,” kata dosen Fakultas Teknologi Pangan itu.

Sementara itu, Kepala Desa Pojok Fitriyanto mengapresiasi pendampingan yang dilakukan oleh LP2M Unisri.

Pihaknya berharap, adanya pelatihan tersebut diharapkan dapat mendorong petani untuk lebih maju lagi.

Petani di era sekarang, diharapkan tidak hanya menjual hasil bumi dalam bentuk mentah, tetapi sudah memprosesnya terlebih dahulu sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Dengan begitu, kesejahteraan petaani singkong bisa meningkat pula,” kata kades. suhamdani