JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mahasiswi UIN Ungkap Keprihatinannya Saat Lihat Proses Belajar Daring Siswa di Desa Jenawi Karanganyar. Tanpa Materi, Anak-anak Langsung Dicekoki Tugas dari Sekolah

Mahasiswi KKN UIN Walisongo saat mendampingi belajar daring siswa di Desa Bulurejo, Jenawi. Foto/Humas
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Masa pandemi covid-19 menghadirkan keluhan dari para siswa dan orangtua karena harus belajar di rumah. Berbagai kendala mengiringi proses belajar daring atau online terutama bagi mereka yang tinggal di pelosok desa.

Salah satunya terungkap ketika Mahasiswa UIN Walisongo Semarang tengah mengadakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Bulurejo, Desa Jenawi, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Setelah hampir sebulan melakukan kegiatan berupa pendampingan bimbingan belajar (bimbel) kepada siswa SD yang merupakan program kerja individu, mahasiswa turut prihatin dengan diberlakukannya sekolah dari rumah oleh pemerintah sejak adanya pandemi.

Pandemi yang melanda dunia ini telah mempengaruh di berbagai bidang termasuk bidang pendidikan di Indonesia.

Pada awalnya kegiatan belajar mengajar diliburkan sambil menunggu keputusan terbaik untuk skema belajar yang aman bagi siswa.

Sektor pendidikan dinilai rawan penyebaran. Setelah cukup lama menunggu, surat edaran terkait pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat corona virus disease (Covid- 19) terbit pada tanggal 18 Mei 2020.

Baca Juga :  Penghasilan PNS Karanganyar Dipastikan Utuh, Sekda Pesan PNS Harus Jadi Contoh Disiplin Penerapan Protokol Kesehatan!

Para orang tua dan siswa harus dihadapkan dengan skenario sekolah daring. Belajar daring adalah metode belajar yang menggunakan model interaktif berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS).

Seperti menggunakan Zoom, Google Meet, E-learning, Grup WhatsApp dan lainnya.

Hal ini menuai pro dan kontra terkait kesiapan dan fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran jarak jauh yang pemerintah terapkan.

Setelah memasuki bulan Oktober dan diterapkannya New normal, kebijakan yang diterapkan sejak awal tahun telah bergeser.

Banyak daerah yang sudah memulai membuat kebijakan dan peraturan sendiri, seperti murid sudah bisa datang ke sekolah guna mengumpulkan tugas dan mengambil tugas saja.

Mahasiswi KKN-RDR UIN Walisongo Novvia Wulandari yang melaksanakan pendampingan bimbingan belajar (bimbel) terhadap siswa SD di Dusun Bulurejo, merasa ikut prihatin melihat kegiatan belajar siswa di rumah.

“Saya ikut kasian karena sistem belajar daring khususnya bagi siswa SD itu sangat sulit, tidak semua materi yang didapat bisa dipahami oleh siswa. Kemudian juga perlu adanya fasilitator yang baik dalam pendampingan proses pembelajaran,” paparnya di Bulurejo.

Baca Juga :  Awas, Kasus Meroket Terus Karanganyar Masih Setia Jadi Zona Merah Covid-19. Total Sudah 196 Warga Meninggal Dunia, Hajatan Jadi Kegiatan Paling Rawan!

Selain karena sulitnya materi yang dipahamioleh siswa serta sulitnya mengakses internet, sistem belajar secara daring harus mendapatkan pendampingan yang baik dari orang sekitarnya.

Hal ini pula yang dilakukan oleh Mahasiswi KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang di Karanganyar. Mahasiswi memberikan materi terlebih dahulu sebelum mengerjakan tugas yang diberikan dari sekolahan.

“Kebanyakan dari mereka tidak membaca teori terlebih dahulu dan langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Padahal materi merupakan bagian penting dari pembelajaran,” tambahnya.

Kegiatan pendampingan belajar ini diharapkan dapat mengurangi beban orang tua yang tidak dapat mendampingi putra-putrinya belajar di rumah.

“Dengan adanya pendampingan belajar dari Mahasiswa KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang kami merasa terbantu. Karena tidak semua orang tua mampu dan mempunyai waktu untuk mendampingi anaknya belajar,” ujar Parti, salah satu wali murid. Wardoyo