JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Makin Ganas, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Meroket Jadi 671 Kasus. Jumlah Warga Meninggal Probabel Hingga Positif Sudah Mencapai 125 Orang

Ilustrasi positif covid-19. Foto/Pixabay
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan.

Hingga Senin (19/10/2020) malam ini, jumlah kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai 671 kasus.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek juga meroket mencapai 2.167 dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Senin (19/10/2020) malam, jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 671.

Baca Juga :  Pernah Pimpin Karanganyar 2 Periode, Ini Pesan Penting Mantan Bupati Rina Iriani. Ada Kata Prihatin dan Pesan Jangan Lengah!

Dari jumlah kasus itu, 125 orang masih dirawat, 506 sembuh dan 40 meninggal dunia. Kemudian untuk kategori suspek covid-19 mencapai angka 2.167 pasien.

Dari jumlah itu, 2.032 orang dinyatakan selesai pantauan, 77 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga yang meninggal dunia total terkait covid-19 hingga hari ini tercatat sudah meroket mencapai 125 orang.

Rinciannya 40 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 27 warga meninggal dalam status probabel. Hari ini, satu warga dengan status probabel kembali dilaporkan meninggal dunia.

Baca Juga :  Usai Hadiri Hajatan di Solo dan Jakarta, Perangkat Desa Koripan Karanganyar Langsung Positif Terpapar Covid-19. Kini Dirawat di RS Hermina, 16 Warga dan Keluarga Jalani Swab

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seoalah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo