JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Miris, Kasus Covid-19 Terus Meroket, Kewaspadaan Masyarakat Sragen Mulai Menurun. Plt Bupati Ungkap di Beberapa Tempat Ada Orang Jatuh Sakit di Keramaian Tak Ada Yang Menolong Hingga Meninggal di Tempat

Simulasi penanganan pasien suspek covid-19 yang tergeletak di keramaian oleh relawan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Sragen bersama TNI, Polri menggelar apel Gelar Pasukan serentak dalam rangka kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 di Alun-alun Sasana Langen Putra, Sabtu (10/10/2020).

Apel ini digelar salah satunya lantaran kewaspadaan masyarakat sudah menurun terhadap Covid-19 tersebut.

“Menurunya kepekaan masyarakat terhadap covid-19 ditandai oleh semakin bebasnya masyarakat lakukan aktivitas dengan tidak mematuhi aturan protokol kesehatan. Maka hari ini kita terpanggil untuk bersama menggerakkan kembali protokol kesehatan ini,” papar Plt Bupati Sragen, Dedy Endriyatno kepada wartawan.

Dedy menguraikan, selain itu apel gelar pasukan juga untuk menguatkan peran para relawan yang selama ini menjadi garda depan penanganan covid-19 di Bumi Sukowati.

Baca Juga :  Sragen Meledak Lagi, 6 Warga Meninggal dan 48 Dinyatakan Positif Terpapar Hari Ini. Total Kasus Covid-19 Capai 6.453 Positif, 5.815 Sembuh dan 435 Meninggal Dunia

Di antaranya relawan dari Tagana, PMI, Pramuka, MTA, Banser, Kokam dan Senkom.

“Kita akan mengambil peran untuk mengentaskan Sragen bebas dari Covid,” ujarnya.

Ia menyebut sebenarnya peran tersebut sudah dimulai pada 4 Oktober lalu hingga nanti tanggal 14 Oktober. Menurutnya puluhan miliar rupiah anggaran telah dikeluarkan Pemkab, TNI dan Polri dalam penanganan Covid-19.

“Karena baik Pemkab, TNI dan Polri masing-masing memiliki Satgas yang kesemuanya untuk memberantas Covid-19,” jelasnya.

Lrbih dari itu, tujuan mereka dikumpulkan jadi satu di Alun-alun Sasana Langen Putra adalah mengedukasi masyarakat bagaimana menangani korban Covid-19 ini.

Baca Juga :  Jangan Anggap Enteng Gaes, Kasus Kematian Gegara COVID-19 di Sukoharjo Masih Terus Naik Loh, Kemarin Saja Dalam Sehari Tambah 2 Orang yang Meninggal

Para relawan ditunjukkan bagaimana mengevakuasi pasien suspect covid. Hal itu berpijak pada pengalaman di beberapa tempat ada seorang jatuh sakit di keramaian teriak minta tolong tanpa ada yang nolong dan mati di tempat.

“Terpanggil rasa kemanusiaan kita. Untuk edukasi masyarakat bagaimana cara penanganan suspect covid ini,” paparnya.

Usai dilakukan apel ditampilkan pula simulasi cara penanganan dan mengevakuasi pasien suspect Covid-19 oleh Satgas dari PMI dan PSC 119. Wardoyo