JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Naik Truk Kesangkut Kabel Listrik, Pemuda Asal Tangen Sragen Langsung Terpental dan Tewas dengan Leher Terluka Bakar

Jenazah Rohim, korban kesetrum saat mengangkut bibit tebu saat diserahkan ke keluarga. Foto/Wardoyo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nasib tragis menimpa Rohim (19). Pemuda asal Dukuh Jekawal RT 8, Desa Jekawal, Tangen ditemukan tewas dengan luka bakar di bagian leher.

Korban meregang nyawa setelah tersengat kabel listrik tegangan tinggi di jalan Dukuh Blontah, Jekawal, Tangen. Insiden tragis itu terjadi pada Minggu (18/10/2020) petang.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden bermula ketika korban naik truk mengangkut bibit tebu. Seperti biasa, muatan bibit tebu menjulang tinggi melebihi bak truk.

Sesampai di lokasi, bibit tebu ternyata menyangkut kabel listrik tegangan tinggi. Saat nyangkut di kabel, truk kemudian berhenti.

Baca Juga :  Tertunda, Nasib Hukuman Mantan Kades Trobayan dan Suami Yang Raup Rp 515 Juta dari Seleksi Perangkat Desa. Jaksa Sebut Berkas Tuntutan Belum Siap!

Rohim turun dan kemudian naik ke bak truk untuk membetulkan bibit yang tersangkut. Padahal bibit itu menyangkut kabel yang beraliran listrik.

Melihat hal itu, Agus, si sopir sempat memberitahu bahwa ada bibit yang tersangkut kabel. Namun Rohim tetap memegang bibit itu. Nahas, ketika memegang bibit yang teraliri listrik, tubuh Rohim langsung mengejang kena setrum.

Sejurus kemudian, tubuhnya terpental dan terjatuh dari truk. Pemuda itu pun mengalami luka parah di bagian leher akibat sengatan listrik.

Baca Juga :  Sehari, 2 Warga Kebumen Tewas di Tangan Ganasnya Setrum Listrik. Begini Kronologisnya!

“Korban sempat diberitahu kalau nyangkut kabel listrik. Tapi masih naik dan megang bibit yang kesangkut kabel tegangan tinggi yang tidak ada pembungkusnya. Sempat terpental jatuh, dilarikan ke Puskesmas tapi kemudian dinyatakan sudah meninggal dunia. Ada luka bakar di leher karena kesengat listrik,” papar Kapolsek Tangen, Iptu Zaini, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (19/10/2020).

Kapolsek menambahkan hasil visum tidak ditemukan kekerasan atau penganiayaan. Karena kerabat sudah menerima sebagai musibah, jenazah korban diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Wardoyo